Bupati Indramayu Hj.Nina Agustina Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Indramayu, jarrakposjabar.com — Ratusan guru honorer mendatangi kantor pendopo kabupaten Indramayu Kamis (01/12/22) dengan membawa spanduk dan berorasi. Para guru honorer berkumpul dari Gor Singalodra pukul 10.00 WIB dikawal pihak kepolisian dan TNI dengan cuaca gerimis.

Para Guru honorer adalah mereka yang telah lulus ujian PK3 yang diadakan oleh Pemda Indramayu beberapa bulan yang lalu tetapi belum mendapat konfirmasi untuk penempatan karena tidak adanya log kauta yang tersedia.

Penurut salah satu kordinator aksi guru honor Agus Spd saat di minta keterangan” bahwa kedatangannya bersama 1900 lebih guru honor adalah menanyakan kepada bupati Indramayu Hj.Nina Agustina tentang nasib guru-guru honor yang telah lolos kwalifikasi dan tes yang dilakukan beberapa bulan yang lalu. perlu diketahui guru yang datang kesini adalah mereka yang telah mengabdi diatas 7 tahun dan ada yang akan memasuki usia 50 tahun” tegasnya.

” Kami datang ke sini hanya minta kepastian dari bupati saja, tidak ada maksud lain apalagi anarkis karena kami kaum terdidik dan pendidik yang masih bisa menggunakan akal sehat dalam mengemukakan pendapat serta aspirasi” lanjutnya.

Menurut keterangan Kapolres Indramayu AKBO Lukman S ” bahwa bupati akan menerima perwakilan atau menemui setelah sholat dhuhur nanti” ucapnya.

Namun sesuai waktu yang dijanjikan bupati belum juga bisa menemui dan menerima perwakilan aksi guru honorer. Namun mereka tetap sabar dan istiqomah melanjutkan aksi sambil membawakan orasi serta bersyalawat kepada nabi agar membukakan hati bupati Indramayu untuk datang dan menerima perwakilan aksi guru honor tersebut.


Banner Iklan Sariksa


Banner Iklan Sariksa   Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Tepat pukul 16.00 wib bupati Indramayu Hj.Nina Agustina menerima perwakilan aksi guru honor didampingi oleh Kapolres, Dandim 0616/Indramayu, Sekda, dan Plt.Dinas pendidikan dan kebudayaan Indramayu.

Dalam keterangannya bupati Indramayu Hj.Nina Agustina ” menyampaikan maaf atas sikapnya yang telah membuat menunggu lama karena kesibukan hari ini yang banyak. Masalah nasib guru honor ini dihadapi oleh setiap kota dan kabupaten jadi bukan hanya di Indramayu saja” tegasnya.

“Do’a kan saya agar bisa memperjuangkan dan mengusahakan nasib 1.900 orang guru honor agar diangkat menjadi P3K ataupun ASN sampai akhir tahun 2023 namti paling lambat, karena ini juga perjuangan yang cukup berat buat dirinya dan tolong jangan di plintir” tuturnya

Adapun langkah awal yang dilakukan adalah menyurati mentri pendidikan dan kementrian Menpan RI serta berdialog agar masalah ini menjadi perhatian serius dengan meminta log ataupun formasi ditambahkan sehingga semua dapat tertampung ” lanjut bupati.

Mendengar penjelasan dari orang no satu di Indramayu tersebut rombongan aksi guru honorer membubarkan diri dengan teratur sambil meminta maaf apabila ada perkataan dan perbuatan yang menyinggung perasaan bupati dan aparat keamanan yang mengawal aksi damai guru honor tersebut.(Wahyu/megga)

Banner Iklan Sariksa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button