Kuwu Krasak Tumbuhkan sikap Perduli dan Gotong Royong di Masyarakat.

.

INDRAMAYU jarrakpos.com – Di jaman Globalisasi sekarang ini nilai nilai luhur yang di miliki Bangsa Indonesia ini sudah mulai luntur seiring dengan peradaban jaman yang lebih menonjolkan sikap materialistis dan Individualisme.

Rasa perduli dengan sesama manusia dan Gotong Royongpun sudah mulai langka di tengah tengah masyarakat, bukan hanya mereka yang hidup didaerah perkotaan saja kini sikap tersebut sudah melanda masyarakat pedesaan.

Namun masyarakat desa Krasak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu bersama kuwu Isma Arif sedang menata dan menghidupkan lagi rasa perduli dan gotong royong yang hampir punah ditengah kehidupan masyarakat desa Krasak.

Hal ini terlihat saat melakukan pengerasan jalan di blok sawah dampyang yang dilakukan bersama sama masyarakat dengan dana swadaya masyarakat dan kelompok tani

Saat ditemui Kepala desa Krasak Isma Arif ‘ bahwa proyek pengerasan jalan di blok sawah dampyang ini dikerjakan oleh masyarakat dan kelompok tani secara gotong royong sepanjang kurang lebih 300 meter dengan dana yang bersumber dari swadaya masyarakat” tegasnya.


Banner Iklan Sariksa

Pemerintah desa hanya membantu secara moril dan menyediakan nasi bungkus serta minuman alakadarnya, masalah besarnya dana yang terkumpul itu ada diketua kelompok tani”lanjut kuwu Krasak.


Banner Iklan Sariksa   Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Sementara itu Dullah salah seorang penduduk desa mengatakan” bahwa masyarakat di minta sumbangan dana se ikhlasnya dan semampunya saja, tidak ada paksaan, dana yang terkumpul dibelikan batu cor sebanyak 6 truks, kegiatan gotong royong ini di ikuti oleh 150 orang serta dikerjakan selama 2 hari.”tuturnya.

Semua warga desa sangat senang mengikuti kegiatan gotong royong yang telah lama baru di laksanakan dan tidak ada paksaan termasuk dalam mengikuti kegiatan ini’ tambahnya.

Selain itu Kuwu desa Krasak juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar perduli kepada tetangga yang sedang mengalami musibah dan duka. Dengan cara setiap seminggu sekali turun ke runah masyarakat bersama Rt/Rw setempat.

” Memang pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan jika kita kerjakan bergotong royong dan ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang telah punah.

Wahyu Indramayu Jarrak Pos.

Banner Iklan Sariksa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button