Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati Dan Kebiri Kimia, Ridwan Kamil: Akhirnya Keadilan Hadir Bagi Para Korban

BANDUNG, JARRAKPOSJABAR.COM Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang lebih akrab disapa Kang Emil berikan tanggapan terkait tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia terhadap Herry Wirawan pelaku pencabulan 13 santriwati di Bandung.

Semoga akhirnya keadilan hadir bagi para korban kejahatan luar biasa ini, dan menjadi pelajaran bagi mereka yang melakukan kejahatan serupa,” tulis Emil lewat akun Instagram @ridwankamil yang dikutip Jarrakposjabar.com pada Kamis 13 Januari 2022.

BACA JUGA: Dituntut Hukuman Mati, Begini tampang Herry Wirawan Sipelaku Cabul 13 Santriwati Saat Hadir Dipengadilan Bandung

Diketahui, Dalam sidang lanjutan kasus pencabulan terhadap 13 santriwati, terdakwa Herry Wirawan dituntut hukuman mati dan kebiri kimia oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan yang digelar di  Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Selasa 11 Januari 2022 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa barat Asep N Mulyana yang menjadi JPU dalam kasus ini, ia menjelaskan bahwa tuntutan tersebut sebagai bentuk efek jera bagi pelaku kejahatan serupa nantinya.

BACA JUGA: Resmikan Double Track Leuwigajah, Ridwan Kamil Beri PR Untuk Pemkot Cimahi Cari Nama Pahlawan

“Ini bukti komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain yang melakukan kejahatan serupa,” kata Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana.

Selain tuntutan, Asep menyampaikan pihaknya sebagai JPU telah meminta kepada majelis hakim agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 500 juta dan subsider kurungan penjara selama 1 tahun.

“Terkait kasus ini, Kami juga meminta untuk mewajibkan terdakwa membayar restitusi kepada anak-anak korban totalnya Rp 331.570,186,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketum PP Japto Soelityo Dan Bamsoet Siap Hadir Di Muswil Ke XI PP Jabar, Begini Pesan Ridwan Kamil

Selain itu, Asep menegaskan dalam berkas tuntutannya iapun meminta kepada majelis hakim membekukan dan mencabut semua izin yayasan milik terdakwa serta membubarkannya.

“Kita minta agar semua yayasan yang dikelola pelaku Herry Wirawan beserta keluarganya agar dicabut izinnya dan dibubarkan,” tutur Asep.

Terakhir, Asep berharap kepada majelis hakim untuk menyetujui pengajuan pihaknya, bahkan ia meminta juga terkait perampasan terhadap harta kekayaan atau aset terdakwa baik berupa tanah dan bangunan.

“Perampasan harta dan seluruh aset milik pelaku baik yang sudah disita maupun belum untuk nantinya akan dilakukan pelelangan dan akan diserahkan kepada negara atau Pemerintah Provinsi Jawa barat guna bisa membiayai sekolah korban dan bayinya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Surat Pemberhentian Oded Masih Berada Di Ridwan Kamil, Ketua DPRD: Mohon Diprioritaskan Demi Pelayanan Publik

Sementara itu, pasal yang dikenakan terdakwa Herry Wirawan yang dituntut hukuman mati sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5), jo Pasal 76D. Dalam UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: