Trending

Diresmikan Plt Walikota Bandung Yana Mulyana, RSKIA Sah Naik Level Menjadi RSUD Bandung Kiwari

BANDUNG, Jarrakposjabar.comPlt Walikota Bandung Yana Mulyana bersama Direktur Utama RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore dan didampingi Skretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna dan beberapa Anggota DPRD meresmikan pergantian nama Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak (RSKIA) menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Acara peresmian pun berlangsung di Lantai 6, Ruang Aula RSKIA Kota Bandung Jalan KH Wahid Hasyim No. 311 Kopo. Bandung. Selasa 11 Januari 2022.

Plt Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, peningkatan jumlah penduduk termasuk pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir menjadikan pelayanan kesehatan harus lebih cepat, akurat dan mudah diakses masyarakat, adapun fasilitas terus didorong agar memiliki peralatan lengkap dan modern.

BACA JUGA: Plt Walikota Bandung Resmi Mencopot Ema Sumarna  Dari Ketua Harian Satgas Covid-19, Ketua DPRD: Itu Hal Biasa

“Perluasan jenis layanan menjamin kenyamanan bagi pasien serta sistem administrasi yang lebih efisien atas dasar itulah pemerintah Kota Bandung melakukan transformasi RSKIA menjadi RSUD Bandung Kiwari yang esensisnya adalah memenuhi harapan publik,” kata Yana dalam sambutannya.

Oleh karena itu, kata Yana, perubahan status RSKIA menjadi RSUD Bandung Kiwari merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan serta perlindungan bagi keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit. Pasalnya hal tersebut sekligus dalam meningkatkan mutu dan standar layanan.

“Fasilitas yang ada harus berdasarkan dengan nilai kemanusiaan, etika, profesionalitas, Keadilan pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien serta pungsi sosial,” ujarnya.

BACA JUGA: Plt. Walikota Yana Mulyana Akan Lakukan Reposisi, Sekda Kota Bandung Diduga Jadi Target Utama Yang Akan Tersingkir

“Hal ini berarti RSUD Bandung Kiwari memiliki kewajiban yang tidak selamanya bersentuhan didalam fungsi bidang pelayanan kesehatan tetapi juga mempunyai tuntutan memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitarnya, “pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore menyampaikan tujuan dirubahnya dari RSKIA menjadi RSUD agar pelayanan menjadi mudah dan lebih banyak bisa diakses oleh masyarakat Kota Bandung tidak hanya untuk ibu dan anak tetapi bapak- bapak juga bisa dilayani.

BACA JUGA: Usai Meninjau Langsung Lapas Kelas IIB Sumedang, Ini Pesan Kakanwil Kepada Kalapas

“Kita ingin lebih memperluas dan mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat,” kata Direktur Utama RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore.

Iapun menuturkan terkait modernisasi saat ini memang sudah menjadi keharusan diseluruh Rumah Sakit (RS) dimanapun itu harus bisa memodernisasi selain peralatannya juga harus diimbangi sumber daya manusia (SDM) juga sistemnya.

“Kita lagi mengejar untuk menjadi rekamedik nantinya agar tidak banyak kertas-kertas jadi semua langsung dilayani lebih banyak menggunakan teknologi IT,” katanya menambahkan.

Selain itu, Taat menambahkan, pihaknya saat ini sedang mencoba apakah bisa rumah sakit diakses dari rumah dengan keluhan yang tidak berat tanpa harus perawatan inap, hal itu mungkin bisa konsul dari puskesmas by IT melalui CCTV.

BACA JUGA: Surat Pemberhentian Oded Masih Berada Di Ridwan Kamil, Ketua DPRD: Mohon Diprioritaskan Demi Pelayanan Publik

” Mau tidak mau pelayanan kedepan harus lebih cepat dan akurat jadi semua catatannya tidak lagi menggunakan manual tetapi semua menggunakan Computer by data seperti bentuk CD, plesdisk dan Incloud,” imbuhnya.

Taat juga menegaskan di RSKIA mempunyai keterbatasan seperti BPJS, keterkaitan dengan pelayanan untuk Bapak- bapak yang mempunyai BPJS hal itu tidak bisa dilayani.

“Maka dengan dirubahnya menjadi RSUD semua pasien ibu dan anak serta lainnya bisa terlayani dengan menggunakan BPJS dan tentunya sambil menunggu penyelesaian administratif secepat mungkin,” tegasnya.

“Akan tetapi hal tersebut lagi menunggu untuk proses sampai 1 sampai 3 hari untuk BPJS, namun untuk umum sudah bisa dilayani,” tandasnya.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: