Tersandung Kasus Ujaran Kebencian Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Dan Di Tahan, Begini Alasan Polda Jabar

BANDUNG, Jarrakposjabar.com Polda Jabar melakukan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks saat ceramah di Bandung. Polisi menyampaikan alasan dilakukan penahanan terhadap Habib Bahar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Arief Rachmanmengatakan kasus perkara  dilimpahkan ke Polda Jawa Barat dengan pertimbangan hukum, mengingat yang pertama tempat kejadian perkara (TKP) dan saksi-saksi mayoritas berada di wilayah hukum polda Jabar.

BACA JUGA: Habib Bahar Bin Smith Diperiksa Di Polda Jabar: Kabid Humas Polda Jabar: pemeriksaan Dilakukan Dengan Prosedur Covid-19

“Laporan polisi tersebut yaitu terkait dengan menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin 3 Januari 2022.

Arief menjelaskan, kronologis singkat berawal dari adanya laporan dari saudara PNA tentang kegiatan ceramah saudara BS  pada tanggal 11 Desember 2021 bertepat di marga asih Kabupaten Bandung.

Hal tersebut, berkaitan dengan ucapan saudara BS saat ceramah yang mengandung berita bohong dan kemudian di apload (tranmisikan) oleh saudara TR kedalam akun youtube dan selanjutnya disebarkan sehingga viral di media sosial, itulah yang menjadi pokok perkara pidana yang sedang disidik oleh polda Jabar.

BACA JUGA: Penuhi Panggilan Polda Jabar, Habib Bahar Bin Smith: Jika Saya Tidak Keluar Dari Ruangan Dan Ditahan Maka Keadilan Di Negri Ini Sudah Mati

“Perlu kami sampaikan, tahapan penyidikan setelah penyidik memeriksa sejumlah 33 orang saksi dan ahli sejumlah 19 orang totalnya menjadi 52 orang serta menyita barang bukti sebanyak 12 item, maka hari ini penyidik melakukan pemeriksaan kepada saudara BS dan TR sesuai surat panggilan yang sudah kami berikan, “ujarnya.

Selain itu, Berdasarkan fakta hasil penyelidikan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan hari ini dan gelar perkara yang di laksanakan juga hari ini, penyidik setidak- tidaknya telah mendapatkan 2 alat bukti yang Sah sesuai dengan pasal 184 KUHP, serta didukung dengan barang bukti yang dapat dijadikan dasar untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.

BACA JUGA: Hari ini Pemeriksaan Habib Bahar Bin Smith Di Polda Jabar Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

“Dengan demikian penyidik telah dapat meningkatkan status hukum saudara BS dan saudara TR menjadi tersangka, oleh sebab itu, untuk kepentingan penyidik perkara dimaksud terhadap saudah BS dan TR penyidik melakukan penangkapan dan kemudian dilanjutkan dengan penahanan, tidak hanya itu, berdasarkan tentunya alasan- alasansubjektif dan objektif yang pertama,”paparnya.

Arief menambahkan, Alasan subjektif adalah di khawatirkan mengulangi tindak pidana, selain itu dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” katanya.

Sementara itu, untuk alasan objektif dari pihak Polda Jabar terkait pasal yang menjerat Bahar mengandung hukuman di atas lima tahun penjara.

” Bahar dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A UU ITE Jo Pasal 55 KUHP, “ungkap Arief.

“Alasan objektif bahwa ancaman hukumana terhadap pasal-pasal yang di persangkakan terhadap kedua tersangka diatas 5 tahun penjara,” tandasnya.

BACA JUGA: Plt BNNP Jabar: Peredaran Narkotika Jenis Sabu Menurun Kasus Ganja Justru Meningkat Di Jabar

Untuk diketahui, Polda Jawa Barat menetapkan habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong usai menjalani pemeriksaan.

Bahar sendiri memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar untuk hadir menjalani pemeriksaan. Dia datang sekitar pukul 12.15 WIB didampingi tim kuasa hukumnya.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: