Ditahun 2021, BNNP Jabar Berhasil Menangkap 2 Jaringan Sindikat Berskala Nasional

BANDUNG, Jarrakposjabar.comKondisi pandemi yang belum berakhir di tahun 2021 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk dalam penegakan hukum kasus tindak pidana narkotika. Meskipun demikian sepanjang tahun  2021 BNN Provinsi Jawa Barat   telah  berhasil  memetakan  2  jaringan  sindikat narkotika yang merupakan jaringan yang berskala nasional.

BACA JUGA: Dihadapan Seluruh Kepala UPT, Kakanwil Dan PIMTI Menjelaskan Langsung Kebijakan Automatic Adjustment

BACA JUGA: Sebanyak 202 Resmi Menjadi PNS Di Kemenkumham Jabar, Kakanwil Sudjonggo: Ingat Sumpah Yang Anda Ucapkan

Berangkat dari jaringan tersebut, Plt. Kepala Badan Narkotika Nasional
Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) Bubung Pramiadi, SH  mengatakan keberhasil mengungkap 41 kasus tindak pidana narkotika (LKN) dengan total tersangka sebanyak 58 orang tersangka dengan berkas perkara sebanyak 47.

Adapun, Sejumlah barang bukti yang disita adalah 9.907,82 gram Shabu,  302.031,52 gram Ganja dan 1 butir Extacy. Semua barang bukti tersebut telah di  musnahkan dalam  kurun waktu tahun 2021.

BACA JUGA: Kaca Spion Dipecahkan Paspampres, Sipengemudi: Ini Gara-gara Rombongan Bapak, Netizen Justru Bela Paspampres

“Dari hasil pengungkapan dan penyitaan barang bukti narkotika, BNN Provinsi Jawa Barat telah berhasil menyelamatkan sebanyak  1,87  juta jiwa anak bangsa,”kata Plt. Kepala Badan Narkotika Nasional
Provinsi Jawa Barat  Bubung Pramiadi, SH  dalam keterangan pers pada Jumat 31 Desember 2021.

Menurut Bubung, perkembangan modus penyelundupan narkotika di tahun 2021 menurut analisa yang dilakukan BNN Provinsi Jawa Barat tidak terjadi perubahan yang signifikan. Penyelundupan melalui jalur darat masih menjadi primadona, oleh sebab itu BNN Provinsi Jawa Barat berupaya kuat membangun sinergitas dengan Polda Jawa Barat khususnya Direktorat Narkoba, Bea cukai Provinsi Jawa Barat dan Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Provinsi Jawa Barat.

“Kasus yang menonjol di tahun 2021 hasil pengungkapan BNN Provinsi Jawa Barat diantaranya ungkapan narkotika jenis shabu yang di bawa dengan truk fuso bersama muatan air distilasi di halaman parkir ekspedisi PT. Bintang Raja Darat pada bulan Januari dengan barang bukti 1 kg shabu,” ujarnya.

Lebih jauh, kata Bubung, ungkapan narkotika jenis shabu yang dibawa dalam tas ransel dengan motor PCX diwilayah Depok Jawa Barat.

” Pada bulan Febuari dengan barang bukti 5 kg shabu, kemudian ungkapan narkotika jenis shabu yang dibawa dalam 4 sandal yang dipakai dari Sumatra ke Jawa Barat pada bulan Febuari dengan barang bukti 1 kg shabu,”ungkapnya.

BACA JUGA: Guna Mencegah Gelombang Ketiga Covid-19 Usai Nataru, Ngatiyana Tinjau Langsung Pelaksanaan ibadat Natal

Sementara itu, Pada bulan april terdapat ungkapan narkotika jenis shabu yang dibawa dengan kendaraan avanza putih diwilayah Leuwiliang Bogor dengan hasil tangkapan seberat 2 kg shabu.

“Kasus lain yang mencuri perhatian yaitu ungkapan narkotika jenis ganja yang dibawa dengan kendaraan truk putih bermuatan barang PT Pertamina di Jln Tol Jakarta-Cikampek KM 19 Bekasi dengan hasil tangkapan seberat 220 kg ganja,” tandasnya.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: