Ridwan Kamil Murka Dengan Perbuatan Pimpinan Ponpes Cabuli 12 Santriwati, Netizen: Berkedok Banget Padahal Bejat

BANDUNG, Jarrakposjabar.com Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil geram dengan Pemilik dan pengurus Pondok Tahfz Al-Ikhlas di Bandung, Jawa Barat (Jabar) yang sudah melakukan pemerperkosaan terhadap 12 santriwati selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Perbuatan bejat itu dilakukan sang ustadz sejak 2016 hingga 2021. Akibat dari perbuatannya itu, ada 8 anak lahir dari para korbannya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan terkait dengan berita ini, Pelaku sudah ditangkap polisi dan sedang diadili di pengadilan.

BACA JUGA: Pimpinan Ponpes Tahfiz Al-Ikhlas Dibandung Cabuli 12 Santriwati, Ridwan Kamil Langsung Murka

“Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini,” tulis Ridwan Kamil dikutip jarrakposjabar.com di akun Instagram @ridwankamil pada Kamis 9 Desember 2021.

Menurut Emil nama Akrab Ridwan Kamil, Anak-anak santriwati yang menjadi korban, sudah dan sedang diurus oleh tim DP3AKB provinsi Jawa Barat untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya.

BACA JUGA: Oknum Polisi Bejat Bripka Randy Bagus Dibui, Netizen: Cuma Formalitas Saja Nanti Juga Dinas Lagi

Selain itu, Iapun meminta forum institusi pendidikan/forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran. Dirinya juga menegaskan, agar aparat setempat di level desa/kelurahan agar selalu memonitor setiap kegiatan publik yang berada di wilayah kewenangannya.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini. Hatur Nuhun,” tutupnya.

Unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun lantas dibanjiri komentar dari warganet yang mempertanyakan hukuman bagi Ustadz bejat tersebut.

BACA JUGA: Berbekal Pendidikan Agama, KSAD Jendral Dudung Bakal Rekrut Santri Menjadi Prajurit

Maaf mau tanya lagi pak seadilnya tuh berapa menurut Pak Gub? 12 tahun kah?, “tulis @Balqis****

Kebiri dong pak, masa ancam hukuman cm 15th, blom dipotong remisi sana sini, tar ujug2 cuma bbrp tahun, gak ikhlas model begini balik ke masyarakat,”timpal @Mikha****

sumpah hari ini tl penuh sama berita pemerkosaan, ada anak anak, ada ibu yg diperkosa trs bayinya dibanting, capeee,” sambung @Kaytee****

bener berkedok bgt padahal bejat, “tulis @klepon****

Sebelumnya, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Dodi Gazali Emil, mengatakan, kasus ini sudah masuk dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Bandung. “Yang sudah lahir itu ada delapan bayi,” ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Dodi Gazali Emil saat dihubungi wartawan, Rabu (8/12/2021) dilansir dari pojoksatu.id.

Dari perkara tersebut, ada 12 santriwati yang menjadi korban. Mereka merupakan santriwati di Pondok Pesantren Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani & Madani Boarding School Cibiru,Bandung.

Terdakwa Herry Wirawan melakukan perbuatan pemerkosaan itu dari rentang waktu 2016-2021. Ada 12 santriwati yang menjadi korban pemerkosaan. Tercatat empat korban hamil dan sudah melahirkan.

BACA JUGA: Akibat Bermain HP, Panglima TNI Andika Semprot Komandan Korem Dan Sentil Panglima Kodam XVII/Cenderawasih

“Kayaknya ada yang hamil berulang. Tapi saya belum bisa memastikan,” kata Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil.

Dijelaskan, perkara itu sudah masuk ke pengadilan. Pada Selasa (7/12), sidang tersebut sudah masuk ke pemeriksaan sejumlah saksi. Informasi dihimpun, saksi yang diperiksa merupakan para saksi korban. Sidang yang dipimpin ketua Majelis hakim Y Purnomo Surya Adi itu berlangsung tertutup.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: