Peras Anggota Polri Senilai 2,5 Miliar, Ketua DPP LSM Tamperak Diciduk Anggota Satreskrim

JAKARTA, Jarrakposjabar.comKetua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) Kepas Panagean Pangaribuan ditangkap polisi usai mencoba melakukan pemerasan. Tak tanggung-tanggung, ia mencoba memeras anggota Polri sebesar Rp 2,5 miliar.

Kepas Panagean Pangaribuan diciduk anggota Satreskrim Polres Metro Jakpus di kantor Sekretariat DPP Tamperak di Jl Palem V Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi. Ia dijemput polisi dengan menggunakan mobil patroli polisi.

BACA JUGA: Viral Di Medsos, Dua Pelaku Pembacokan Berhasil Ditangkap Di Wilayah Rancaekek

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menuturkan terkait penangkapan Kepas Panagean Pangaribuan ini. Kepas ditangkap setelah mencoba memeras anggota Polri.

“Benar, kita baru saja tangkap ketua DPP LSM TAMPERAK, Kepas Panagean Pangaribuan, terkait tindak pidana pemerasan. Ditangkap karena mencoba memeras anggota Polri hingga Rp 2,5 miliar,” yang awalnya minta dua setengah miliar,” katanya kepada wartawan dalam rilisnya yang dilihat hari ini, Selasa (23/11/2021).

BACA JUGA: DPRD Gerindra Se-Jabar Optimis Prabowo Subianto Menang di Pilpres 2024


Banner Iklan Sariksa

Ia menegaskan, bahwa pelaku KPP masih ditahan di kantornya untuk proses hukum lebih lanjut, karena dugaan pemerasan yang ia lakukan di wilayah Jakarta Pusat.


Banner Iklan Sariksa

“Ini (KPP) adalah ketua umum DPP LSM Kampera yang sebenarnya akhir akhir ini sangat meresahkan dan banyak laporan dari instansi pemerintah. Termasuk TNI – Polri dengan modus datang ke kantor menyatakan pernyataan, mendiskreditkan instansi maupun pimpinan lembaga yang ini adalah modus ybs untuk memeras,” sambung dia.

Menurutnya, Kepas Panagean ditangkap setelah memeras anggota Polsek Menteng. Dalam aksinya ini, pelaku menakut-nakuti anggota kepolisian dengan mencatut nama petinggi Polri hingga pejabat negara.

BACA JUGA: Akibat Sebarkan Hoaxs Cadas Pangeran, Polda Jabar Tetapkan Yana Menjadi Tersangka

“Pada saat terjadi pemerasan pun tersangka mengatakan ‘jangan sampai saya buat seperti di tempat lain’, berarti dia sudah sering,” jelas Hengki.

Atas perbuatan KPP, ia dijerat pasal pemerasan dalam Pasal 368 dan 369 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 UU ITE.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: