Sosialisasi Kabupaten Layak Anak, Oleh DP3A Kabupaten Indramayu

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Dalam rangka terbentuknya Kabupaten layak Anak DP3A Kabupaten Indramayu mengadakan Sosialisasi “peraturan daerah no 6 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kabupaten layak anak(KLA) yang bertempat di Aula Bank Jawa Barat (BJB) cabang Indramayu Selasa (09/11/21). Hadir dalam acara tersebut Kadis DP3A yang diwakili oleh Sekdis DP3A kabupaten H.Imam Sulaemann ST.MPd, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Hj.Cicih Sukarsih SST.MH Kes , Dekan Hukum Unwir Samsul Bahri Siregar SH.MH, para kepala Sekolah SD, SMP, MTs, SMA, SMK, Kepala Puskesmas Indramayu, Babadan, Sindang, Pasekan dan Balongan.

Dalam sambutannya ketua panitia yang juga Kabid Perlindungan dan Anak Hj.Cicih Sukarsih mengatakan,”kegiatan sosialisasi ini dikarenakan setiap daerah kabupaten diseluruh Indonesia harus menjadi Kabupaten ataupun Kodya yang layak anak dan Indramayu termasuk kedalam Kabupaten yang belum layak anak oleh karenna itu sudah seharusnya kabupaten Indramayu harus menjadi Kabupaten yang layak anak (KLA),” tuturnya.

Sementara itu Kadis DP3A yang diwakili oleh Sekdis DP3A H.Imam Sulaeman ST.MPd dalam sambutannya mengatakan,”bahwa anak merupakan tunas bangsa dan generasi penerus hendaknya mendapat perhatian yang lebih sebagai mana mestinya. KLA adalah kabupaten layak anak yang memiliki sistim pembangunannya diisi pembangunan berbasis anak, kalau hak hak anak telah dipenuhi maka kabupaten itu bisa dikatakan layak anak.

 

Keluarga yang memiliki sistem strategi pemerintah bentuk dalam segala program yang ada kegiatan nya kita harus tentunya dengan gugus tugas, pembentukan forum anak, peningkatan sumber daya, penguatan kelembagaan dan sosialisasi kepada seluruh yang ada pemerintah bagaimana kita memperlakukan anak sebagai penguat sebagai semua yang terbaik sesuai dengar Perda nomor 6 tahun 2019 sebaga yaitu pembentukan komitmen bersama, sarana parasarana yang ada, prakteknya di lingkungan yang ada.

Sekolah ramah anak pada hakekatnya anak mendapatkan haknya, sehingga anak merasa senang, dan mau menerima ilmu dengan baik.


Banner Iklan Sariksa

Ada kesatuan yang utuh dari anak, orang tua, lembaga,media sosial dan dunia usaha. Semoga dengan adanya sekolah layak anak yang membuat anak anak menjadi anak yang sholeh dan sholeha,” paparnya.


Banner Iklan Sariksa

 

Pada kesempatan itu Dekan Fakultas Hukum UNWIR Indramayu Samsul Bahri Siregar mengatakan,” bahwa Kabupaten Indramayu telah membuat peraturan daerah terlebih dahulu (2019) dibandingkan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (2021) tentang Kabupaten Layak anak ini.

Pada dasarnya orang tua jangan sekali kali membebankan cita cita yang berat kepada anaknya, disamping itu pula seorang anak harus di libatkan dalam pengambilan keputusan dalam keluarganya dan biarkan anak untuk berekspresi dalam kehidupannya tentunya dengan batasan atau norma norma yang berlaku. Disamping itu perlu diperhatikan hak hak anak diantaranya:

1. Hak sipil dan kebebasan.
2. Hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.
3. Hak kesehatan dasar dan kesejahteraan.
4.Hak pendidikan ,pemanfaatan waktu luang dan kegiatan berbudaya.
5. Hak perlindungan khusus

Bila ke lima(5) hak tersebut bisa dipenuhi maka anak merasa enjoy dalam menjalani kehidupannya dan nanti akan terbentuk kepribadian anak yang lebih baik serta tangguh terbebas dari rasa takut, terkekang dan bully dari lingkungan tempat tinggalnya serta tempat anak menuntut ilmu dan pada akhirnya akan terbentuk sekolah layak anak.,” Paparnya.

Selain itu diadakan tanya jawab oleh para peserta yang hadir dengan narasumber dekan hukum Unwir Indramayu Samsul Bshri Siregar SH MH membahas permasalahan anak baik di dunia pendidikan maupun kesehatan.

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: