Sentil Keras Moeldoko, AHY: Menghasut Dengan Cara Pamer Kekuasaan Sebagai KSP

JAKARTA, Jarrakposjabar.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku telah menerima informasi bahwa eks kader yang menggugat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ke Mahkamah Agung (MA) yakin menang usai diberi arahan oleh Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Menurutnya, para penggugat yakin faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan judicial review terhadap AD/ART Partai Demokrat.

“Saya mendapat laporan, bahwa setelah beberapa kali di-briefing oleh KSP Moeldoko di kediamannya, para penggugat sangat yakin bahwa faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan permainannya, dan gugatannya akan diterima oleh MA,” kata AHY yang hadir secara virtual dalam konferensi pers, Rabu 10 November 2021.

BACA JUGA: Resmi Jabat Panglima TNI, Ketum PD AHY: Selamat Untuk Jenderal Andika Perkasa

Selain itu, kata AHY, hasutan dan pamer kekuasaan yang dilakukan Moeldoko itu mencoreng nama baik Presiden Joko Widodo serta menabrak etika politik, moral, dan merendahkan supremasi hukum di Indonesia.

“Sikapnya sudah mencoreng nama Presiden Jokowi,” tegasnya.

AHY mengaku pihaknya telah mencium gelagat pihak Moeldoko yang gemar memamerkan kekuasaan dengan jabatan sebagai KSP sejak awal.

“Lebih dari itu, juga melabrak kehormatan dan etika keprajuritan. Banyak senior saya di TNI yang memberikan simpati kepada kami atas ulah dan tindak tanduk perbuatan KSP Moeldoko itu,” tuturnya.

Lebih jauh, AHY lalu mengucapkan terima kasih kepada sejumlah tokoh terkait putusan MA yang menolak judicial review terhadap AD/ART Partai Demokrat kepengurusannya.

BACA JUGA: Dipecat Karena TWK, 57 Eks Penyidik KPK Segera Diangkat Menjadi ASN Polri

AHY juga mengimbau seluruh kader Demokrat untuk tidak menjadikan putusan ini sebagai sesuatu yang euforia. Seluruh kader, menurutnya, harus tetap rendah hati.

“Kita berharap, keputusan MA ini akan menjadi referensi dan rujukan bagi proses hukum yang masih berjalan di PTUN,” tutur AHY.

Diketahui sebelumnya, MA menolak gugatan uji materi AD/ART Partai Demokrat yang diajukan sejumlah mantan kader dan didampingi Yusril Ihza Mahendra.

BACA JUGA: Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut Gubernur Anis Baswedan Jangan Berbohong Terus, Ini Tanggapan Wagub DKI Jakarta

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro menegaskan MA tidak berwenang memeriksa, mengadili, dan memutus objek permohonan berupa AD/ART partai politik.

“Permohonan keberatan HUM tidak dapat diterima,” bunyi keputusan yang dikutip dari situs Kepaniteraan MA, pada Selas 9 November 2021.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: