BeritaKota Bandung

Ridwan Kamil Tawarkan Tahun Depan UKW Untuk 1000 Peserta, Ketum PWI Pusat : Luar Biasa, Terimakasih Kang Emil

BANDUNG, Jarrakposjabar.comPelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bertema ‘Spirit PWI Jawa Barat Menyongsong Tatanan Baru’ yang  di hadiri langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Koni Jabar Ahmad Saefudin, ketua umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari dan Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat serta para seluruh  pengurus PWI Jabar. digelar di Gedung Sate, Selasa 25 Oktober 2021.

Dalam acara tersebut, para pengurus PWI Jabar terlihat kompak memakai  kemeja atasan berwarna putiih.

“Pak ketum, terimaksih pak atas bimbingan nya dari prosesi pemilihan sampai pelantikan,” kata Ketua PWI Jabar Hilman hidayat mengawali sambutannya.

BACA JUGA: Akibat Bermain Bansos, Aa Umbara  Dituntut 7 Tahun Bui Dan Harus Membayar Uang Pengganti Sebesar 2 Miliar

Hilman menyampaikan dalam kesempatan ini, dirinya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus yang lama atas pengabdian nya dimana saat ini belum sempat berkumpul untuk  mengucapkan terimakasih atas masa bakti sebelumnya.

“Saya berharap dimasa bakti saya 2021-2016 semoga kita bisa lebih semangat lagi membangun PWI ini,” ujar Hilman.

Dalam sambutan hilman mengutarakan  tantangan PWI kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil , bahwa PWI punya tantangan dimana menurut hilman jawa barat merupakan pabrik konten dan orang- orangnya kreatif ditambah inprastukturnya juga ada.

BACA JUGA: HEBOH!!! Deklarasi Farhat Abas Jadi Calon Presiden 2024, Netizen: Cocok Nih Duet Sama Giring

“Kalau misalnya pabrik konten itu tidak diimbangi dengan produsen konten yang kompeten bisa menimbulkan kacau balau,” katanya.

Menurutnya, kompeten itu artinya professional mengabdi kepada kepentingan public dan menjaga hak privat warga Negara.

“Jika sebagian besar produk konten di jawa barat itu tidak menghargai privat warga negara dan tidak professional, maka tidak terbayang berita bohong di jawa barat tidak akan terkendali,” tambahnya.

Selain itu, kata Hilman, PWI bersyukur karena Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menawarkan bagaimana kalau tahun depan ada seribu wartawan yang ikut uji kompetensi wartawan (UKW).

” Saya sangat bersyukur pak karena itu merupakan program pwi,”ungkapnya.

Tetapi, Hilman menuturkan bahwa PWI pun punya persoalan internal dan ekternal ,adapun persoalan internal nya itu jumlah yang ingin bergabung dengan PWI itu semakin banyak, tetapi PWI mempunyai kekuatan yang kurang yakni didalam pendanaan untuk mengupgrade temen temen ikut UKW. Hal itu karena diluaran hyper inplasi jumlah media bertambah banyak setiap hari dan jumlah wartawan pun semakin banyak sedangkan menjadi wartawan itu merupakan hak asasi semua orang sebagai warga Indonesia.

“Di Indonesia yang mau jadi wartawan itu siapa saja bebas, akan tetapi untuk menjadi wartawan yang kompeten tugas asosiasi ini yang mendorong ,dan tentunya selama ini kami dibantu oleh pemprov dan pemerintah didaerah untuk menyelenggarakan UKW,” imbuhnya.

Iapun menyampaikan bahwa tidak kalah penting dirinya ingin mengucapakan kepada para atlet terutama dari KONI jabar yang sudah melambungkan nama baik Provinsi Jabar.

Bahkan Hilman mengingat Ridwan Kamil untuk Porwanas di tahun 2022 nanti untuk Jabar apakah bisa menjadi juara umum.

BACA JUGA: Menjadi Saksi Terdakwa M Totoh Gunawan, Aa Umbara Berdalih Tidak Terima Fee 6 Persen Dari Pengadaan Bansos 

“Saya deg-degan pak di 2022 itu, apakah Jabar bisa juara, kan kata pak gubernur mah Jabar diam- diam tapi jagoan , nah justru  kita lagi stress pak ini. Gimana caranya supaya kedepannya Porwanas kita bisa juara,” harap Hilman.

Selanjutnya, ketua umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari mengapresiasi atas kemenangan Jawa Barat menjadi Juara umum di PON Papua,

” Saya merasa itu berkat doa saya, “sambutan Ketum PWI itu di awali dengan canda dan ditimpali gelak tawa semua orang yang berada dalam ruangan.

Ketum Depari menjelaskan di Jabar ini sebenarnya banyak sekali yang menjadi juara bahkan tadi dirinya mendengar index kebebasan pers pun ranking 2 , hal itu gak mudah dengan melompat begitu panjang.

“Saya tau tidak mudah mendapat itu , dan ini merupakan pelayanan public dan palayanan untuk Pers, kalau pers kita sudah bebas  di Jabar, itu artinya index kebebasan pers di Jabar ranking 2, terimakasih Kang Emil,” ujar Defari.

Ketum PWI itupun menilai terkait pernyataan ketua PWI Jabar dalam persiapan mengahdapi Porwanas

“Tadi pak Hilman mengatakan bagaimana nanti Jabar di Porwanas harus jadi juara ya,
juara pasti karena ada penasehatnya kang Emil, jadi biarkan dia berfikir untuk memberangkatkan kontingen Porwanas dan  mudah- mudahan di dengar,”

“Saya kira di dengar karena ini misi jawa barat juga,” katanya.

Lebih jauh, Defari mengungkapkan dirinya yang kagum sama ketua PWI Jabar.

“Penampilan nya humble dan sangat rendah hati tetapi sebenarnya kemampuan dia di era digital dia termasuk menjadi suhu untuk sekarang ini,” tukasnya.

Defari menegaskan bahwa disubsi media membuat perusahaan koleb (tumbang) semua tunggang langgang dan hal itu  membuat para wartawan pun ikut tumbang juga.

” Itu karena di buru- buru oleh media sosial dan hal itulah karya jurnalistiknya menjadi tidak seksi lagi, dan resep cara mengatasinya adalah multitaskling,” pintanya.

Adapaun sekarang, lanjut Defari, kini menjadi wartawan cetak tidak harus bangga karena ia juga harus bisa melayani media tv dan media online dan semua mengenai datapun juga mesti di kuasai dengan 1 handphone.

“Jadi kedepan ,bila wartawan tidak menguasai teknologi maka akan habis di remuk zaman tetapi sebaliknya kalau dia bisa menguasainya maka dia akan tetap hidup , seperti saya pun sudah tua tetapi karena menguasai semua itu maka saya tetap hidup sebagai wartawan, “paparnya.

BACA JUGA: Dituding Menerima Aliran Dana, Dedi Mulyadi: Dia Pendukung Ridwan Kamil Tidak Mungkin Bantu Saya.

Ada yang perlu diklarifikasi, kata Defari,  kepada kang Emil terkait rumor yang beredar, tetapi rumor Itu ternyata benar,

” Tahun depan katanya pak Gubernur akan memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengikuti UKW dengan jumlah 1000 orang, ini tidak mudah ini banyak dan sangat luar bisa ,terimakasih pak gubernur,” ungkapnya.

“Kita bisa bayangkan sekali UKW dengan jumlah 50 orang dengan sekitar 5 penguji maka berapa kali UKW harus diadakan dan itu hampir setiap bulan harus diadakan,” tandasnya.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: