HEBOH!!! Deklarasi Farhat Abas Jadi Calon Presiden 2024, Netizen: Cocok Nih Duet Sama Giring

JAKARTA, Jarrakposjabar.com- Pengacara Farhat Abbas juga ikut mencalonkan diri untuk menjadi Presiden pada Pemilu 2024 nanti, setelah dirinya mendirikan Partai Pandai.

Hal ini terlihat dari unggahan Instagram pribadi Farhat, tampak terpampang foto dirinya dan juga orang-orang yang sudah digaetnya.

Namun, deklarasi Farhat menjadi Calon Presiden 2024 ini malah mendapat respon negatif dari netizen.

BACA JUGA: BREAKING NEWS. Tanggal 26 Oktober nanti, Sukmawati Jalani Sudhi Wadani Dan Sah Beragama Hindu

“kepilih jadi lurah aja uda mustahil,, gmn mau jd presiden..,” ungkap @jennosfood***

“Wkwkwkwkwk bebas menghayal asal belum bayar. Mimpi kan ga masalah,” ungkap @mnadyymhd


Banner Iklan Sariksa

“COCOK NIH DUET SAMA @giring,” ungkap @wahid_sa***


Banner Iklan Sariksa

Belakangan ini publik telah digegerkan dengan munculnya Partai Pandai yang merupakan singkatan dari Partai Negeri Daulat Indonesia. Diketahui, struktur partainya pun cukup membuat masyarakat tercengang, yakni sekretaris jenderalnya adalah dokter Lois Owien.

BACA JUGA: WADUH!! Mendagri Keluarkan Syarat Naik Pesawat Harus Test PCR, Ketua DPR: Kebijakan Yang Terkesan ada diskriminasi

Selanjutnya, Farhat juga menggandeng koleganya yang merupakan seorang pengacara kondang, yaitu Elsya Syarief sebagai Wakil Ketua Umum Partai Pandai.

Adapun alasan Farhat mengajak dokter Lois Owien sebagai Sekjen Partai Pandai, karena sosok dia adalah seorang perempuan yang tangguh dan didzalimi. Sehingga, diharapkan bisa berkontribusi membesarkan partainya.

Partai Pandai didirikan pada Oktober 2020. Farhat pun terus merekrut kader-kader untuk bersama-sama membesarkan partainya tersebut. Ia mencoba mengumpulkan kawan-kawan dengan misi ‘Berserikat Menuju Indonesia Berdaulat’. Berserikatnya itu bersama, sejahtera, mandiri, berkeadilan, dan berketuhanan.

Sementara itu, kata Farhat, Partai Pandai lahir dari hilangnya peran pengawasan dan keterwakilan partai-partai yang kini bercokol di DPR. Peran itu.

“Tampak hilang peran pengawasan setelah pemerintah mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja,” katanya, Minggu (24/10/21).

BACA JUGA: Gugatan Ditolak PN Bandung, Rumah Achmad Noe’man Pendiri Masjid Salman ITB Akan Di Eksekusi, Ini Kasusnya

Farhat mengklaim struktur kepengurusan Partai Pandai sudah tersebar di 30 Provinsi di Indonesia. Meski demikian.

“Partai Pandai belum mencapai 75 persen kepengurusan di tingkat kabupaten/kota,” tutupnya.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: