BeritaDaerah

Diduga Ada Permainan, Pendukung Suhendra Balon Kuwu Desa Ciperna Menuntut Seleksi Ulang

CIREBON, Jarrakposjabar.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah usai melaksanakan seleksi akademisi para bakal calon (Balon) Kuwu yang dalam satu Desa bakal calonnya lebih dari lima orang.

Seleksi tersebut di laksanakan dengan menggandeng perguruan tinggi Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC). Seleksi tersebut di maksud untuk mengetahui kewalitas ke lima bakal calon yang layak, yang akan ditetapkan sebagai calon Kuwu.

 

Namun dari hasil seleksi tersebut menyisakan ketidak puasan dari sekelompok simpatisan atau pendukung Calon Kuwu Desa Ciperna Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang bernama Suhendra, yang oleh panitia seleksi telah di nyatakan tidak lolos seleksi akademisi.

Ketidak puasan tersebut di ungkapkan oleh pria berinisial IF51 tahun beserta rekannya berinisial TG 48 tahun warga Blok Buk Cilik Rt 1 Rw 3 dan HR 56 tahun warga Blok si Gempol Rt 2 Rw 4 Desa Ciperna Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Jumat 22/10/21

IF mengatakan, pihaknya menduga ada permainan dalam seleksi tersebut, pasalnya, seleksi di laksanakan tanggal 17, selesai seleksi selang kurang lebih setengah jam langsung ada pemberitahuan hasil uji kelayakan dari ke 6 peserta bakal calon (Balon) Kuwu yang berasal dari Desa Ciperna, dan ke lima (5) orang balon di nyatakan lolos tes akademisi dan satu (1) orang di nyatakan tidak lolos, salah satu yang tidak lolos adalah Suhendra, seorang yang menurut pengakuan IF memiliki kemampuan yang tidak di ragukan, pinter, cerdas, berwawasan, serta menguasai di bidang Computer (IT) dan sangat mumpuni,” terangnya.

” Apa lagi pemberitahuan hasil uji tes akademisi yang di lakukan oleh UMC tidak menyertakan soal tes yang sudah di jawab oleh para peserta balon Kuwu, tau-tau keluar nilai,” ungkap IF

“Jaman keterbukaan di era reformasi saat ini, masyarakat sudah pada pinter dan tidak bisa di bodoh-bodohin, tolonglah di lakukan seleksi ulang tapi dengan jurdil, tegasnya.

 

Masih menurut IF heserta rekannya, dengan adanya sistem yang tidak transparan pihaknya beserta warga Desa Ciperna telah melakukan penggalangan dukungan nota keberatan yang di tandatangani oleh sekitar 300 orang perwakilan warga dan menuntut kepada pihak pemerintah agar di laksanakan tes akademisi ulang.

Hal senada juga di ungkapkan oleh seorang wanita berinisial AR 43 tahun beserta rekanya, warga Blok Wareng Rt 2 Rw 2 Desa Ciperna. Pihaknya mengungkapkan rasa kekecewaannya di hadapan para wartawan, dan menuntut agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melakukan tes akademisi ulang secara transparan, agar tidak menjadi pertanyaan publik,”ungkap AR

“Suhendra Seorang yang baik, bermasyarakat, kredibilitasnya juga jelas, berpendidikan, berwawasan, pinter Computer ko bisa tidak lolos, ada apa, dugaan saya ada apa-apa..!!,” Tegas wanita berinisial AR tersebut

“Kami semangat mendukung Suhendra karena kami menginginkan perubahan di Desa kami, yang selama ini pengelolaan Desa Ciperna kurang begitu baik.

“Dan jika tuntutan kami tidak ada tanggapan dari pihak Pemerintah, kami akan golput ,”tegasnya AR.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Pewarta : Hadi Supangat
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: