BeritaHukumKota Bandung

Gugatan Ditolak PN Bandung, Rumah Achmad Noe’man Pendiri Masjid Salman ITB Akan Di Eksekusi, Ini Kasusnya

BANDUNG, Jarrakposjabar.comRumah milik Ir. H. Achmad Noe’man Jln Karanglayung No 10 RT 004 RW 002 Kelurahan Cipedes Kecamatan Sukajadi Kota Bandung tiba tiba pindah kepemilikannya ke orang lain. 

Diketahui, Achmad Noe’man yang dikenal masyarakat sebagai tokoh arsitek Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun masjid, sehingga dijuliki sebagia Arsitek Seribu Masjid dan Maestro Arsitektur Masjid Indonesia dan yang paling fenomenal juga sebagai arsitek dan pendiri Masjid Salman ITB.

BACA JUGA: Mural Kritik Pemerintah Dihapus, Kapolri Persilahkan Peserta Lomba Mural Kreasikan Kritikan ke Polri

Pindah kepemilikan rumah Achmad Noe’man, arsitek pelopor masjid tanpa kubah tersebut, terungkap dalam persidangan gugatan melawan hukum yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung (PN Bandung) pada Kamis (21/10/21).

Dalam sidang tersebut dipimpin oleh hakim Eman Sulaeman dengan agenda putusan. Adapun dalam putusan tersebut majelis hakim menolak gugatan melawan hukum yang diajukan oleh keluarga Achmad Noe’man.

BACA JUGA: Waduh!!! Sebanyak 14 Siswa Dan Guru Positif Covid-19, Pemkot Bandung Pastikan Sekolah Tidak Tutup

“Kami kecewa dengan putusan hakim tersebut dan kami akan terus melakukan upaya hukum jadi tidak sampai disini kami berjuang akan terus menggunakan upaya hukum kami,” ujar Abdul Khalid SH dan Muammar Azka SH, kuasa hukum Mimin dan Nazar Achnudy Keluarga Besar Achmad Noe’man, usai sidang putusan sela.

Menurut Khalid SH, sengketa kepemilikan yang diajukan perbuatan melawan hukum PT Indosurya Inti Finance yang melaksanakan lelang yang dinilainya cacat hukum dan ada indikasi tindak pidana keterangan palsu dengan maksud untuk menjatuhkan nilai harga obyek jaminan.

“Atas keputusan hakim tadi kecewa, kami menilai apabila prosesnya cacat maka otomatis bukti kepemilikan cacat hukum. Makanya kecewa dan kami akan melakukan upaya hukum dan tidak akan berhenti disini, kami akan terus berjuang,” ujarnya.

BACA JUGA: Kapolri: Kapolda Dan Kapolres Jangan Ragu Pecat Oknum Anggota Polisi Arogan

Dijelaskan Abdul Khalid, gugatan ini pada dasarnya adalah sengketa kepemilikan, dimana kepemilikan beralih ke pemenang lelang tergugat III cacat hukum sehingga wajar sertifikat balik mana tidak punya kekuatan hukum.

“Selain soal tersebut, kami juga mengajukan gugatan itu karena ada keanehan dalam pelaksanana pemberian kredit dari Rp9 miliar yang diterima hanya Rp6 miliar, dipotong 3 miliar, itu kan praktek tidak lazim,” ujarnya.

Kemudian dana yang ditransfer pun bukan atas nama PT Indosurya Inti Finance tapi oleh PT Bangun Proferindo padahal klien kami berhubungan dengan PT Indosurya Inti Finance.

Kemudian alasan gugatan lain karena melakukan eksekusi oleh PT Indosuryo ternyata perjanjian pokok telah berakhir seharusnya hak tanggungan tidak bisa digunakan lagi untuk lelang karena perjanjian sudah habis sedangkan perjanjian tahmbahan hak tanggungan melekaT pada perjanjian pokok.

BACA JUGA: Menjadi Saksi Terdakwa M Totoh Gunawan, Aa Umbara Berdalih Tidak Terima Fee 6 Persen Dari Pengadaan Bansos 

“Bila perjanjian pokok berakhir maka perjanjian hak tanggungan juga berkahir,” terangnya.

Namun demudian, berdasarkan bukti bahwa nilai hak tanggungan Rp25 miliar ternyata di lelang dan dibeli tergugat tiga Rp10 miliar 600 juta.

“Itu sangat merugikan klien kami,” tandasnya.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: