BeritaHukum

VIRAL!! Perdebatan Seorang Pemuda Dengan Bripka Ambarita Saat HP Miliknya Diambil Dan Diperiksa, Kompolnas: Laporkan Langsung Ke Propam

JAKARTA, Jarrakposjabar.comAksi Bripka MP Ambarita yang merupakan ujung tombak tim pengurai massa bernama “Raimas Backbone” dari Polres Jakarta Timur, kali ini menggegerkan publik pasalnya ia menyita dan memeriksa ponsel saat melakukan razia, kejadian itupun viral di media sosial (medsos).

Viralnya video tersebut awalnya disiarkan lewat program televisi swasta dan diunggah ulang di aplikasi media sosial TikTok hingga Twitter.

Akun Twitter @xnact mengomentari tindakan Bripka Ambarita yang memeriksa ponsel dengan paksa tanpa adanya dugaan tindak pidana.

BACA JUGA: Wartawan Majalah Tempo di Sekap dan Disiksa Oleh Dua Oknum Polisi.

BACA JUGA: Menjadi Saksi Terdakwa M Totoh Gunawan, Aa Umbara Berdalih Tidak Terima Fee 6 Persen Dari Pengadaan Bansos 

“Polisi tiba-tiba ambil HP lalu periksa isi HP dengan alasan mau memeriksa barangkali ada rencana perbuatan pidana yang dilakukan melalui HP. Boleh tapi harus didahului dugaan tindak pidana. Sejak kapan pak pol bebas geledah HP dan privasi orang atas dasar suka-suka dia?,” cuit @xnact, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dalam video tersebut, pemilik ponsel terlihat tak terima ponselnya disita dan diperiksa. Pasalnya, ia merasa itu ranah privasinya dan polisi tak memiliki hak untuk membuka. Apalagi,

” Saya tidak melakukan suatu tindakan pidana, kenapa sampai Hp juga ikut diperiksa itukan privasi,” kata pemilik polsel.

BACA JUGA: Brutal!! Penembakan oleh Oknum Polisi tewaskan satu anggota TNI AD. Pangdam Jaya: Selesaikan secara adil.

Adapun, Perdebatan pun terjadi. Alih-alih Bripka Ambarita mencoba menjelaskan, terlihat justru dengan nada keras dan ngotot mengklaim jika aparat kepolisian memiliki hak dan wewenang untuk memeriksa handphone milik pemuda tersebut.

LAPORKAN KE PROPAM

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Bripka Ambarita dan oknum anggota lainnya yang berada ditempat kejadian tersebut tidak dibenarkan.

“Saya sarankan lapor ke Propam Presisi agar Propam dapat melakukan pemeriksaan,” kata  Poengky saat memberikan keterangan di Jakarta pada, Senin, (18/10/21). Seperti dilansir dari Reqnews.com.

Iapun menegaskan, anggota polisi tidak diperkenankan bersikap arogan mengambil ponsel milik seseorang tanpa dasar hukum dan surat perintah. Bahkan, kata dia, di dalam KUHAP saja penyitaan barang yang diduga berkaitan dengan kejahatan mesti dengan izin pengadilan.

“Polisi di video TikTok tadi dalam kapasitas apa mengambil HP? Tetap kedepankan profesionalitas,” ucap Poengky dengan tegas.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Langgar UU Kadin, Yus Hermansyah: Gubernur Gagal Paham Dan Salah Kaprah

Terakhir, dirinya berharap agar kepolisian bisa menjaga sopan santun dan jangan menunjukkan arogansi.

“Polisi itu tugasnya melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum guna mewujudkan Harkamtibmas,” harap Poengky.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: