BeritaDaerah

Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono ST Minta” Bupati Indramayu Perhatikan Nasib Petani

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Hampir 60% masyarakat Indonesia bermata pencaharian disektor pertanian, hal ini pula yang menjadi dasar pemikiran pemerintah pusat dan daerah untuk terus mengamankan areal pertanian yang ada.
Sebagai mana kita tahu hampir 80% rakyat Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok selain, sagu, jagung dan lainnya sebagai unsur karbon hidrat yang menghasilkan tenaga bagi tubuh kita.

Namun sangatlah disayangkan, negara Republik Indonesia yang pada awal tahun 1990an bisa memenuhi kebutuhan pokok akan beras alias Swasembada untuk rakyatnya bahkan bisa mengekspor komudite pangan tersebut ke negara lain, kini negara kita setiap tahun selalu meng import beras dari negara lain dan hal ini terjadi pada tahun 2005 sampai saat ini.

Menyadari hal tersebut pemerintah bersama DPR RI melalui Komisi IV, melakukan langkah langkah yang tepat, cepat dan akurat agar keterpurukan bangsa ini dalam hal penyediaan beras segera teratasi dengan memproduksi/peningkatan produksi pangan secara berkesinambungan.

Dalam Keterangannya Ono Surono yang Asli Indramayu (Anggota Komisi IV DPR RI) mengatakan,” Pemerintah Indramayu harus terus memperhatikan nasib Para Petani, dengan di bangunnya Insfrastruktur pertanian salah satunya Waduk Jati Gede dan insfrastruk pendukung lainnya sudah di normalisasikan, selain itu teknologi pertanian dan alat pendukung pertanian (alsinta) sudah digelontorkan oleh Pemerintah pusat bersama dengan DPR RI, serta tata distribusi pupuk yang bersubsidi juga sudah mulai dibenahi.

Oleh karena itu menurut Ono Surono, “Bupati Indramayu Nina Agustina harus memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian bukan berarti sektor sektor lain di abaikan, ini karena Kabupaten Indramayu merupakan lumbung padi terbesar dan terbaik dalam menghasilkan padi dan beras baik itu di Jawa Barat maupun Nasional jadi sudah sepantas Bupati memberikan perhatian yang cukup besar misalnya dalam menyusun pemetaan wilayah mana yang termasuk daerah produktif pertanian, mana untuk Industri, Nelayan , perdagangan dan pariwisata.

Selain itu jangan sampai anak muda yang mau usaha di pertanian itu hilang atau tidak ada peminatnya maka harus diberikan rangsangan misalnya di buat lagi sekolah pertanian dari mulai SMK sampai dengan Perguruan tinggi buat putra/putri petani itu dibebaskan biaya sekolahnya(bea siswa) sehingga kedepan putra/putri petani tersebut dapat mengelola lahan pertanian dengan lebih baik serta menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, seperti di negara Thailand, Malaysia, Jepang dan lain lain mereka bangga menjadi petani karena mereka bisa memberi makan orang lain, coba bayangkan kalau di Indramayu ini tidak ada petani, kita mau makan beras gmna caranya?,” tegas Ono Surono.

Seyogyanya Bupati Indramayu mendorong pertanian ini lebih baik lagi, salah satu sektor yang tidak terpengaruh pandemi covid-19 adalah pertanian dan jarang sekali para petani itu terkena covid-19 karena mereka selalu bersahabat dengan peluhnya keringat yang keluar karena mereka yakin dengan bermandikan keringat penyakit itu akan hilang.

Tidak lupa mari kita bersama sama mengawasi distribusi Pupuk bersubsidi jangan sampai diselewengkan oleh para oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dan alat alat pertanian bantuan pemerintah juga harus di infentalisir keberadaannya agar benar benar di gunakan untuk pertanian bukan untuk dipindah tangankan dengan jalan komersialusme karena hal ini banyak terjadi seluruh Indramayu. terima Kasih Petani” jasamu tiada tara!!!

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: