BeritaHukumKabupaten Bandung Barat

Menjadi Saksi Terdakwa M Totoh Gunawan, Aa Umbara Berdalih Tidak Terima Fee 6 Persen Dari Pengadaan Bansos 

Sidang Korupsi Bansos Kabupaten Bandung Barat

BANDUNG, Jarrakposjabar.comSidang lanjutan Bupati Bandung Barat (non aktif), Aa Umbara Sutisna terkait Korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Jl. L. L. R.E. Martadinata, Senin (18/10/21). Kota Bandung.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Surachmat, kali ini ketiga terdakwa yakni Aa Umbara Sutisna, Andri Wibawa, dan Totoh Gunawan masih dilaksanakan secara virtual,

Agenda hari ini, Dalam persidangan ketiganya selain menjadi terdakwa kali ini ketiganya akan dijadikan sebagai saksi.

BACA JUGA: Lanjutan Sidang Aa Umbara, Ahli Hukum Nanang Sutisna Sebut PPK Harus Bertanggungjawab Bukan Bupati.

Adapun, Pada Persidangan ini terungkap bahwa terdakwa Aa Umbara tidak menerima fee sebesar 6 persen dari pengusaha M Totoh Gunawan yang dimana sebelumnya di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, terkait dengan proyek pengadaan Bansos di KBB.

Selain itu, didalam persidangan, Penasehat Hukum M Totoh Gunawan menanyakan terdakawa Aa Umbara terkait dengan fee 6 persen.

BACA JUGA: Bermodal Meminjam Bendera Perusahaan, Aa Umbara Kantongi Keuntungan Dari Pengadaan Bansos.

Apakah saudara saksi menerima Fee 6 persen dari pengusaha M Totoh Gunawan terkait penyediaan sembako, “tanya Penasehat Hukum, Heri Gunawan

“Tidak ada,” Jawab AA Umbara

Sementara itu, AA Umbara pun sempat mengungkapkan bahwa dirinya hanya merefrensikan M Totoh Gunawan sebagai pengusaha sembako, bukan penunjukan secara langsung oleh dirinya.

” Waktu itu, Saya hanya bilang Ke kepala dinas Sosial bahwa M Totoh Gunawan adalah seorang pengusaha sembako, bahkan keluarganya juga penyedia sembako,” kata Aa Umbara.

“Tetapi jika Pa Kadis ada yang lebih baik ya silahkan, Karena masyarakat menunggu bantuan dari pemerintah KBB,” jelasnya.

BACA JUGA: Jadi Narasumber, Aa Umbara Kantongi Puluhan Juta Dari Kepala BPKAD Agustina Piryanti.

Namun demikian, AA Umbara sempat mengakui bahwa dirinya masih berhutang terhadap M Totoh Gunawan atas pembelian paket sembako secara pribadi sebanyak 3300 paket.

Bahkan, hal itu juga terungkap saat Jaksa KPK menanyakan paket bansos untuk kepentingan Aa Umbara

“Bagaiman penyediakan paket Bansos untuk kepentingan saudara?,” Tanya Jaksa

Menurut Aa Umbara, paket sembako sebanyak 3300 paket tersebut dibeli secara pribadi yang diberikan kepada masayarakat yang tidak mendapat bantuan dari Pemerintah KBB.

“Oh iya saya jelaskan, saya berikan paket sembako pada masyarakat 3300 paket (diluar bansos), untuk masyarakat yang tidak mendapat bansos dari pemerintah, seperti Pesantren Ormas dan LSM,” papar Aa Umbara.

Selanjutnya, Penasehat Hukum Aa Umbara, yakni Rizky Rizgantara melontarkan pertanyaan kepada terdakwa Aa Umbara, hal itupun menjadi keberatan bagi pihak JPU KPK dan Penasehat Hukum M Totoh Gunawan, karena menurut JPU KPK dan Penasehat Hukum M Totoh Gunawan menduga adanya kesepakatan terjadi antara keduanya dikarenakan mereka satu ruangan dan berdampingan.

BACA JUGA: Nasib Aa Umbara Sudah Tamat. Hengky Kurniawan Resmi Jadi Plt Bupati dan Fokuskan KBB Lebih Baik Lagi.

“Sebaiknya pihak Penasehat Hukum Aa Umbara tidak perlu menanyakan pertanyaan karena mereka berdampingan dalam satu ruangan,” kata JPU KPK.

hal itupun disetujui oleh Penasehat Hukum dari M Totoh Gunawan. Karena mereka berdampingan satu ruangan, “ucap PH M Totoh Gunawan.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: