Berita

Harapan Para Guru Honorer Terhadap Pemerintah

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Seperti yang kita tahu sekarang ini pemerintah pusat melalui Menpan (Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara) tidak mengangkat Calon ASN (Aparatur Sipil Negara) yang telah mengabdi (honor) kepada Intansi walaupun telah berpuluh puluh tahun lamanya, namun para Honorer tetap diwajibkan untuk mengikuti tes dengan persyaratan yang begitu berat dan tidak manusiawi bagi mereka.

Jika berkaca dari pengalaman jelas para honorer lah yang lebih unggul tapi bila dilihat dari penguasaan teknologi dan indra penglihatan mereka akan kalah telak.

Pemerintah seharusnya sadar dan mau berkaca dari negara negara yang dulu tertinggal dari negara kita kini mengalami kemajuan yang cukup pesat.

Pemerintah Pusat dan Daerah harusnya mempunyai pemetaan dan data best yang akurat sebenarnya berapa jumlah kebutuhan guru serta berapa dana yang dibutuhkan untuk pendidikan secara pastinya, bukan berdasarkan perkiraan semata.

Kita boleh menggenjot pembangunan Infrastruktur yang di butuhkan masyarakat tapi tidak kalah penting adalah membangun peradaban manusia melalui pembangunan di bidang pendidikan,karena akar permasalahan daerah itu bisa dikatakan miskin salah satunya tingginya angka buta huruf dan melek aksara didaerah tersebut.

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia namun sangat disayangkan kebutuhan dasar tersebut kurang mendapat respon yang memadai, sebagai mana kita tahu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI membuka Rekrutmen Guru PPPK dimana tujuan nya adalah untuk mengisi kebutuhan Guru disemua jenjang pendidikan mulai dari PUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK.

Namun menurut Keputusan Mentri PAN RB Nomor : 1127 Tahun 2021 tentang Ambang batas usia jelas hal ini sangat merugikan sistim Rekutmen P3K tersebut.

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Malik Ibrahim SPd.MM yang ditemui diruang kerjanya mengatakan: bahwa keputusan Presiden untuk merekrut tenaga pendidik sebanyak 1.000.000 orang untuk tahun 2021 patut kita berikan apresiasi namun keputusan MENPAN No.1127 tahun 2021 inilah yang sangat kita sayangkan kurang adanya keberpihakan kepada para guru honorer, Malik menyampaikan,” rasa terima kasih atas bantuan,jerih payah dan ke ikhlasan para guru honorer yang ada di Indramayu atas sumbangsih serta pengabdiannya yang tidak bisa diukur dengan materi” kita harus tahu 60% jumlah guru yang ada adalah para honorer baik itu PAUD/TK, SD, SMP/MTs, maupun SMA/SMK rata rata mereka di bayar jauh dari kata layak kecuali tingkat SMA/SMK yang menghonor di Sekolah Negeri mereka di biayai oleh Provinsi dengan jam mengajar 24 jam dalam satu bulannya. Jadi untuk tingkat TK, SD dan SMP masih sangat Jauh dari kata Standar atau manusiawi,”tuturnya

Menurut Kabid SMP Disdik Indramayu Supardo Spd,MPd saat di minta keterangan mengatakan,” jumlah guru honorer yang ada di tingkat SMP sebesar 1473 orang sedangkan tingkat SD kurang lebih 5000 orang sedangkan Pemerintah Indramayu memberikan tunjangan buat guru honorer sebesar Rp.300.000/bulan untuk saat ini jadi kalau di hitung baru sekitar 14 Milyar saja Bupati Indramayu baru menggelontorkan dana,sedangkan masih banyak kebutuhan lain diluar itu.

Perlu diketahui sekolah sekolah yang ada pada saat ini serba dilematis apalagi ada edaran dari Presiden dan Bupati Indramayu bahwa semua sekolah itu gratisss! tidak boleh mengadakan pungutan ini dan itu, karena sudah ada dana bos yang besarnya Rp.1.200.000/orang per bulan apakah itu sudah mencukupi dan biasanya pencairan dana bos itu per 3 bulan bukan perbulan, jadi untuk menutupi biaya operasional dan bayar guru honorer terpaksa menunda dulu.

Negara yang maju itu berasal dari pendidikan, contoh dulu negara Malaysia, Singapura, Vietnam itu belajar dari kita dengan meminta para guru untuk mengajar di negara mereka namun kita keadaannya terbalik kita yang belajar ke negara mereka karena pemerintah negara tersebut sangat eksis pada pendidikan dengan mengalokasikan biaya yang tidak sedikit dan peran serta masyarakat juga sangat aktif tidak mempermasalahkan biaya yang di minta pihak sekolah, tapi disini berlaku kebalikannya setiap adanya edaran sekolah perihal bantuan partisipasi atau pembelian baju seragam atau buku buku penunjang saja sudah di blow up dengan mengaitkan dengan pungli dan korupsi jadi pihak sekolah yang selalu di salahkan padahal semua itu telah dirumuskan dengan para orang tua siswa melalui musyawarah yang di hadiri komite sekolah, banyak oknum yang bermain dalam kasus ini, kalau banyak muatan politisnya jangan harap pendidikan di Indramayu ini akan maju dan IPM ini akan meningkat. Cobalah semua pihak terkait berkolaborasi di bidang pendidikan ini.,” tegasnya.

Sementara itu yeni seorang guru honorer yang mengajar di SD Pagirikan 3 mengatakan,” dirinya telah mengajar kurang lebih 20 tahun, dan hanya menerima imbalan Rp.400.000/ bulan kini usianya sudah 40 tahun dirinya merasa senang walaupun di bayar seperti ini, walaupun masih dalam kata layak karena ada guru honor di wilayah kecamatan Pasekan yang di bayar Rp.250.000,- sangat miris sekali kami guru honor masih kalah bayarannya di bandingkan tukang rumbah, penunggu tambak yang kalau dihitung per hari mereka dapat bayaran Rp.50.000,.

Oleh karena itu agar program Pemerintah khususnya Mentri Pendidikan agar jangan ada batasan umur sebagai Standar nya, ya hitung hitung aspresiasi dan penghargaan pada guru guru honor yang telah mengabdi puluhan tahun ini, walaupun guru guru honor sendiri tidak minta di hargai seperti itu,” tuturnya sambil berlinang air mata.

 

Kita semua harus sadar bahwa sanya kita bisa membaca, berhitung dan belajar segala ilmu dari siapa?

Adanya polisi, tentara, anggota dewan, mentri, Presiden,Bupati, Wartawan itu mereka dididik dan belajar oleh siapa???

Haruskah jasa mereka di lupakan dan dipinggirkan?, Bandingkan dengan uang tunjangan yang diperoleh anggota legislatif yang melakukan kunjungan ke luar daerah berapa besarnya?

Andai mereka mau perduli pada nasib guru honor yang telah mengabdi puluhan tahun mungkin kehidupan mereka bisa sejahtera dan layak.

Mari kita bantu mereka para guru honorer di sekolah agar lebih layak kehidupannya dengan memanusiakan manusia agar lebih baik dan bermartabat.

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Editor : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: