BeritaDaerah

Para Petani Tambak Desa Karang Anyar-Totoran : Terima kasih Bupati

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Dalam rangka meningkatkan optimalisasi hasil budidaya ikan dan udang, pemerintah daerah Indramayu melalui kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu melakukan pengerukkan normalisasi saluran diareal petani tambak tepatnya desa Karang anyar  sepanjang 1500 m (blok liong s/d blok Rades) dan desa Totoran 3000 m , yang mengaliri 7000 hektar areal tambak di daerah tersebut. jika dilihat dari sistim pengerjaannya yang memakai alat berat dan tongkang, jelas hal ini dilakukan untuk mempercepat serta efensiesi pekerjaan yang dilakukan karena daerah aliran tambak tersebut sangat sempit untuk dilewati alat alat berat tersebut.

Menurut Kepala desa Karang Anyar H.Makoli yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan,” bahwa dirinya sekaligus mewakili masyarakat petani tambak mengucapkan terima kasih pada bupati Indramayu Nina Agustina melalui Diskanla dan PSDA Indramayu yang telah melakukan mengurasan saluran tambak, dan semoga akan terus dilakukan dalam upaya mengoptimalkan hasil tambak dan penanggulangan banjir, pengurasan saluran itu sangat vital bagi petani tambak perlu diketahui desa Karang Anyar merupakan daerah terluas hamparan tambaknya sekitar 5000 hektar, dan ini kalau terus diupayakan normalisasi salurannya pasti perekonomian akan tumbuh dan kehidupan masyarakat lebih sejahtera, karena banyak kegiatan pelaku ekonomi yang bersumber dari budidaya tambak ikan dan udang ,”tegasnya.

Menurut salah seorang penduduk amat(bukan nama sebenarnya) dengan adanya pengurasan saluran empang tersebut dirinya bersama para petani empang merasa terbantu disamping saluran menjadi lancar bekas tanah pengurasan juga dipakai untuk menambah galengan empang agar lebih kokoh dan kuat jadi semua yang dilakukan oleh bupati Nina Agustina melalui dinas terkait ada manfaatnya dan hal ini sudah didambakan oleh para petani tambak di desa Karang Anyar dan Totoran kecamatan Pasekan ini.”,paparnya.

Bila dilihat dilapangan memang seharusnya saluran tambak ini perlu dilakukan pengurasan minimal 1tahun sekali.

Hal ini bertujuan agar pasokan air yang mengalir dari hulu ke hilir tetap terjaga kwantitasnya tetapi itu semua tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah perlu adanya kesadaran dari petani tambak dan masyarakat sekitar agar saluran air itu dapat berfungsi secara optimal,sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Diharapkan denyut ekonomi juga akan tumbuh dan masyarakat bisa hidup sejahtera.

 

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: