BeritaHukum
Trending

Meminta Ganti Rugi Sebesar 2 Triliun, PN Jakarta Menolak Gugatan Fredrich Yunadi Terhadap Setya Novanto

JAKARTA, Jarrakposjabar.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta menolak gugatan Fredrich Yunadi terhadap  Eks Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, adapun gugatan tersebut keterkaitan dengan kukurangan pembayaran fee.

Dalam amar putusannya, Majelis hakim menyatakan mengabulkan eksepsi para tergugat  yakni Setya Novanto, dalam kompensasi mengenai penggugat tidak mempunyai hak untuk menggugat.

Selain itu, Majelis hakim juga menegaskan Dalam Pokok Perkaranya menyatakan gugatan penggugat dalam konpensi tidak dapat diterima ( Niet Ontvantkelijke ).

BACA JUGA: Dituding Menerima Aliran Dana, Dedi Mulyadi: Dia Pendukung Ridwan Kamil Tidak Mungkin Bantu Saya.

Dalam Rekopensi, Kata Majelis Hakim, menyatakan gugatan para tergugat rekonpensi tidak dapat diterima ( Niet Ontvantkelijke verklaard ).

Kemudian, Dalam Konpensi dan rekonpensi, menghukum penggugat dalam konpensi/ tergugat dalam rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang hingga saat ini sejumlah RP 826.000,- ( Delapan Ratus Dua puluh enam ribu rupiah ).

BACA JUGA: Ridwan Kamil Langgar UU Kadin, Yus Hermansyah: Gubernur Gagal Paham Dan Salah Kaprah

Selanjutnya, Dalam Pokok Perkara, Majelis hakim juga menyatakan gugatan penggugat dalam konpensi tidak dapat diterima ( Niet Ontvantkelijke ).

Lebih jauh, Majelis hakim juga menilai bahwa dalam Rekopensi juga menyatakan gugatan para tergugat rekonpensi tidak dapat diterima ( Niet Ontvantkelijke verklaard ).

Terakhir, Dalam Konpensi dan rekonpensi, menghukum penggugat dalam konpensi/ tergugat dalam rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang hingga saat ini sejumlah RP 826.000,- ( Delapan Ratus Dua puluh enam ribu rupiah ) , “tutup Mjelis Hakim.

BACA JUGA: Kasi Intel Kejari Tutup Mulut Terkait Penanganan Dugaan Korupsi di Lingkup DINSOS Kab. Bandung

Sementara itu, Taufik Akbar SH, MH selaku Kuasa Hukum Setya Novanto menjelaskan bahwa kliennya tidak ada lagi hubungan dengan saudara Fredrich Yunadi adapun terkait gugatan tersebut sudah diputuskan oleh pengadilan.

“Gugatan sudah jelas di tolak Pengadilan Negeri Jakarta jadi tidak ada hubungan lagi keterkaitan fee,” ujar Taufik dalam keterangannya pada, Rabu (6/10/21).

Diketahui sebelumnya, Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menggugat Setya Novanto dan istri Novanto, Deisti Astriani, karena kurang dalam pembayaran fee pengacara saat dirinya menjadi pengacara Setya Novanto dalam kasus proyek e-KTP tidak mendapat fee secara penuh dari fee di kesepakatan awal. Menurut Rudy, Fredrich hanya mendapat fee sebagian kecil. Selain itu, Fredrich menggugat Novanto karena dia dipenjara buntut menangani kasus kliennya tersebut.

BACA JUGA: Diduga Ada Upaya Penggulingan Dan Pelemahan, BPI KPNPA RI Siap Pasang Badan Bela Jaksa Agung

“Jadi, dengan dia itu terpidana, dia itu kehilangan jasa profesi,” ujar pengacara Fredrich, Rudy Marjono, saat dimintai konfirmasi, Jumat (6/11/2020). Dilansir dari detik.com.

Oleh karena itu, dalam petitum permohonannya, Fredrich menggugat Novanto dan Deisti senilai Rp 2 triliun, jumlah itu tergabung dari kerugian materiil dan imateriil. Adapun kerugian materiil adalah kerugian fee pengacara dan immaterial adalah kerugian karena dia dipenjara.

Editor: Deni Supriatna
Sumber : Taufik Akbar SH, MH  Kuasa Hukum Setya Novanto.

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: