20 Tahun Jadi Petani Kini Siap Bertarung Di Pilkades, Selaeman: Masih Banyak Money Politik

KAB.BANDUNG.JARRAKPOSJABAR.COMSulaeman salah satu warga yang berkepribadian sederhana yang sudah 20 tahun bergelut di sektor pertanian, Kini dirinya bertekad maju dalam pilihan kepala Desa (Pilkades) di kampungnya yang bertempat di Kampung Kerenceng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah. Jumat (1/10/21).

Petani Sederhana bernama Sulaeman yang mencoba menawarkan pengabdianya untuk membawa warga desa bojongmalaka kearah pembaharuan yang lebih baik. Bapak 2 anak yang asli tinggal di Kp. Kerenceng ini memang dikenal sebagai pribadi supel yang mudah berbaur dengan masyarakatnya dan jauh dari kesan kemewahan.

BACA JUGA: Tinjau 3 Venue PON Papua, Kapolri Pastikan Prokes dan Pengamanan

BACA JUGA: Rekrut 56 Pegawai KPK, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Apresiasi Langkah Kapolri

“Niat saya maju dalam Pilkades tahun ini karena ingin melihat warga dikampung disini lebih maju terutama di dalam pertanian,” ujar Sulaeman yang mendapatkan no urut 4 tersebut.

Menurutnya, saat ini pertanian dikampungnya kurang mendapatkan perhatian baik dari bibit maupun pupuk, hal itu menjadi faktor utama yang akan diperjuangkan karena pertanian merupakan peran penting dalam situasi pandemi saat ini.


Banner Iklan Sariksa

BACA JUGA: Kirim Surat ke Jokowi, Kapolri Ingin Tarik 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN di Bareskrim


Banner Iklan Sariksa

“Bagi para petani bibit dan pupuk adalah hal utama dalam meningkatkan ekonomi di pertanian dan aliran air juga penunjang utama maka saya sangat berharap bagi pemerintah setempat khusunya PSDA bisa bekerjasama dengan baik,” jelasnya.

Sule menilai saat ini perkembangan pertanian di kampungnya kurang signifikan karena para petani terganggu dengan aliran air yang tidak stabil untuk mencukupi ladang pertanian di kampungnya.

“Hal ini harus segera diperbaiki agar dimasa pandemi para petani tetap mendapatkan penghasilan guna menafkahi keluarganya,” jelasnya.

Selain sebagai petani, Sulaeman pun membuka jasa penggilingan padi untuk para petani yang membutuhkan jasanya.

BACA JUGA: IPI Umumkan Hasil Survey Tingkat Kepercayaan KPK Merosot, Febri: Inikah KPK Para Hamba Demokrasi

“Jika diantara kita tidak saling bantu terus harus dengan siapa, apalagi kita sesama petani,” ungkapnya.


PROGRAM YANG AKAN DI PERJUNGKAN

1.Memberikan pelayanan yang mudah , tidak berbelit, dan maksimal dengan mengedepankan humanisme pada masyarakat dan akan bersikap tegas terhadap pungutan liar yang membebani masyarakat dan tidak sesuai aturan.

2. Memberikan supporting pendanaan dari APBDes untuk pihak pihak yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat antara lain kepengurusan RT/RW, BPD, LPMD, DKM, Kader Posyandu, Linmas , dan lainya karena sulaeman merasa tidak bisa bekerja sendiri dan harus melibatkan semua unsur yang ada.

3. Pembenahan infrastruktur akses akses penting untuk mobilitas masyarakat, dan mendorong pemerintah membuat akses alternatif buat mobilitas masyarakat ketika wilayahnya terkepung banjir.

4. Mensinergikan pengusaha-pengusaha sukses Desa Bojongmalaka untuk membantu dalam program Rehap Rumah Masyarakat yang tidak layak huni, Kegiatan Posyandu, Penyisiran Bayi Gizi Buruk, sarana dan prasarana ibadah, kantor dan balai RW serta kegiatan yang bersifat untuk kepentingan umum.

BACA JUGA: Gubernur Anis Baswedan Diperiksa KPK Dan Sebut Nama SBY

5. Memberdayakan Karang taruna yang produktif tiap RW Melalui pembinaan setiap bulan.

6. Bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mengurangi keterlibatan masyarakat  dengan Rentenir , mengoptimalkan peran perbankan dalam membantu permodalan warung warung kecil dan UKM.

7. Dan Beberapa program lainya yang sudah dipikirkan secara matang hasil dari pemikiranya dan interaksi aktif dengan masyarakat Desa Bojongmalaka.

“Saya berharap dengan 7 program yang ingin saya bawa dan perjuangkan juga mendapatkan dukungan khusunya dari masyarakat setempat,” harapnya.

Ia menegaskan, bahwa masyarakat Bojongmalaka akan memilih pemimpinya untuk 6 tahun kedepan namun salah satu problemnya adalah masih adanya masyarakat bojongmalaka yang  memilihnya secara sepintas.

“Masih adanya pengaruh money politik, padahal dengan money politik akan menghasilkan pemimpin yang korup dan tidak berhati nurani,”tegasnya.

“Saya berharap dan mengajak masyarakat Desa Bojongmalaka untuk cerdas dalam memilih pemimpin tidak terpengaruh dengan iming-iming uang yang akan berdampak buruk kedepannya,” tandasnya.

Editor: Deni Supriatna 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: