Kelompok Tani Nekad Stop Alat Berat Dari Petugas Proyek PSDA, Ridwan Kamil Tutup Mata

JARRAKPOSJABAR.COM.KAB.BANDUNGKelompok tani kampung kerenceng Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah sudah geram dan melakukan aksi nekad dengan menyetop alat berat beko yang sedang melakukan pengerukan terkait proyek dari pengairan sumber daya air (PSDA). 

Ketua kelompok Tani Audrudini menyampaikan kejadian penyetopan beko dari pekerja proyek PSDA tersebut terjadi pada, Selasa (28/9/21), adapun hal itu terjadi dikarenakan para kelompok tani sudah kehilangan saluran air yang sudah timbun dengan pasir akibat proyek PSDA tersebut.

BACA JUGA: MIRIS! Pertanian Mengering Akibat Proyek PSDA, Kelompok Tani Harapkan Pertolongan Dari Gubernur Ridwan Kamil.

BACA JUGA: Rekrut 56 Pegawai KPK, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Apresiasi Langkah Kapolri

“Kami sudah sangat geram dengan proyek dari PSDA karena kami kehilangan saluran air yang mengalir ke lahan pertanian dan mungkin kami bisa gagal panen,” ujar Audrudini saat ditemui dikediaman-nya pada, Rabu (29/9/21).

Menurutnya ,proyek PSDA sudah sangat merugikan para petani ,bahkan tidak ada sama sekali adanya itikad baik dimana sebelumnya pihak kelompok tani sudah melakukan aksi demo ke kantor PSDA.

BACA JUGA: BPI KPNPA RI Dukung Kejagung Gerak Cepat Dalam Pemberantasan Korupsi Di Sumatra Utara

`Kami sudah protes kekantor PSDA tetapi sampai saat ini kami tetap tidak mendapatkan aliran air,silahkan proyek berjalan asalkan bikin dulu saluran air agar tidak menganggu kepertanian dan jika kami gagal panen apakah mereka akan mengganti rugi, “jelasnya.

Audrudini menuturkan bahwa sebelum ada proyek perairan sungai di kampungnya cukup bersih dan sangat membantu untuk pertanian, Pihak petani hanya berharap jika memang ada proyek seharusnya dari hulu sampai hilir dikerjakan dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas pertanian apalagi sekarang sudah zaman canggih jangan sampai para petani menjadi susah dan terpuruk akibat proyek tersebut.

BACA JUGA: Adanya Laporan Masyarakat, LSM BAN Minta Kejati Jabar Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Di RSKIA Bandung

“Harusnya proyek berjalan dan jangan menganggu para petani kerja karena disinilah penghasilan para petani menafkahi keluarga,” ungkapnya.

“Kami kelompok tani sangat berharap kepada gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil harusnya berpihak kepada para petani jangan malah sebaliknya kami para petani dibuat susah dan jangan anda tutup mata, ” tegasnya

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: