BeritaDaerahHukum

Eks Kadishub Cilegon Ditetapkan Menjadi Tersangka, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Banyak Diperas Oknum Kejari Cilegon.

JARRAKPOSJABAR.COM. JAWA BARATEks Kadishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan parkir oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon pada 19 Agustus 2021 lalu.

Melansir dari Topmedia.co.id, Tim Kuasa Hukum Uteng, Bahtiar Rifa’i sebut adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum pejabat di Kejari Cilegon sebelum ditetapkannya UDA sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.

BACA JUGA: Adanya Laporan Masyarakat, LSM BAN Minta Kejati Jabar Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Di RSKIA Bandung

BACA JUGA: LSM BAN Minta KEJATI JABAR Usut Dugaan Penyimpangan di RSKIA BANDUNG

“Setelah beliau ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Agustus 2021 kemarin dan dilakukan penahanan, beliau tertutup aksesnya untuk menyampaikan keluh kesahnya selama menjalani proses penyidikan sampai saat ini,” ungkap Bahtiar Rifa’i saat ditemui di Kantor Advokat & Legal Konsultan yang berada di Jalan Jombang Masjid, Kelurahan Jombang Wetan, Kota Cilegon, pada Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut, Bahtiar selaku kuasa hukum mengucapkan permohonan kepada warga Cilegon atas peristiwa yang menimpa UDA yang sempat membuat gaduh, ricuh suasana di wilayah kota Cilegon. Sebagai warga negara yang baik, dikatakan Bahtiar, UDA telah berupaya untuk mengikuti dan menghormati proses hukum yang dilakukan Kejari Cilegon.

BACA JUGA: Skandal Pemotongan TPP 5 Persen Resmi Dilaporkan Disperindag ke Kejari Karawang.

“Tapi, berdasarkan informasi yang kami dapatkan ini cukup mengagetkan, fakta yang kami lihat dan bukti-bukti yang kami pegang ternyata klien kami ini banyak mengalami pemerasan oleh oknum yang memiliki jabatan struktural di lingkungan Kejari Cilegon dan nilainya fantastis,” ungkap Bahtiar.

Karena fenomena tersebut, Tim Kuasa Hukum UDA berkomitmen untuk melakukan langkah hukum dengan melaporkan beberapa oknum tersebut ke pihak Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten atas dugaan atau peristiwa yang dialami UDA berupa pemerasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA: MIRIS! Pertanian Mengering Akibat Proyek PSDA, Kelompok Tani Harapkan Pertolongan Dari Gubernur Ridwan Kamil.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada Ibu Kajari (Ely Kusumastuti-Red) tolong dipastikan sapu-sapunya dengan sapu yang bersih jangan pake sapu yang kotor,” ucapnya.

Kuasa Hukum UDA dengan tegas meminta kepada Kepala Kejari Cilegon, Ely Kusumastuti untuk benar-benar menyelesaikan perkara ini secara tuntas, dalam arti tidak berhenti pada UDA.

“Sebelum berjalan pun itu sudah ada, oknum Kejari datang ke kantor Dishub Cilegon meminta agar perkara ini bisa dikondisikan, bahkan pada masa proses penyelidikan sudah ada upaya pemerasan itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: LSM BAN Dukung POLRES Ciamis Usut Dugaan Gratifikasi Oknum ASN Kabupaten Ciamis

Lanjut Bahtiar, peristiwa sudah terjadi dan uang pun sudah diserahkan kepada oknum Kejari senilai Rp 100 juta. Dengan dalih, kata Dia, akan mengkondisikan kasus tersebut.

“Yang jelas ini bisa dipertanggungjawabkan. Banyak saksinya,” tutup Bahtiar.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Cilegon, Hasan Ashari menafikan dugaan adanya pemerasan terhadap mantan Kadishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi.

“Kalo memang ada pemerasaan segala macem, sebut namanya, buktikan pemerasaannya seperti apa?

Editor: Deni Supriatna
Sumber: Topmedia.co.id

Catatan: Artikel ini telah terbit di Topmedia.co.id dengan judul: Sebelum Ditetapkan Tersangka, Oknum Kejari Sempat Peras Kadishub Cilegon Senilai Rp 100 Juta

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: