Banyak Oknum yang Berrmain Dalam Penyaluran BPNT di Indramayu.

Indramayu Jarrakposjabar.com. Pemerintah Pusat melalui Bang BNI’46 telah menyalurkan KKS(Kartu Keluarga Sejahtera) kepada masyarakat yang tidak mampu terdampak covid-19 diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,yang jumlah nominal per KKS senilai Rp.200.000,- dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai di Indramayu lebih terkenal dengan sebutan Rasdog(beras dan endog).

Bila di lihat dalam kenyataannya penyaluran pencairan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di kabupaten Indramayu yang semestinya pengambilan/pencairan bantuan tersebut oleh e warung namun pada kenyataannya sering kali berebut kepentingan dari oknum oknum tertentu yang berebut kepentingan karena nilai keuntungan yang di peroleh di dalamnya sangat menggiurkan oknum oknum tersebut.

Pemerintah daerah Indramayu melalui Forkopinda Indramayu telah melakukan beberapa cara agar ajang pembagian tersebut tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang ataupun pribadi untuk menarik keuntungan dari program tersebut.
Bupati Indramayu Nina Agustina SH.MH.

CRA membuat ajakkan ” Bangga memegang Kartu Sendiri” hal ini bertujuan agar warga masyarakat yang memiliki KKS tidak menitipkan kartu bantuan tersebut ke orang lain apalagi dengan memberitahukan nomor Pin dan mengambilkan bantuan pangan tersebut ke pihak tertentu tidak langsung datang ke e-warung untuk mengambilnya sendiri.

Dinas Sosial Kabupaten Indramayu pun telah berupaya sedemikian rupa agar para pengelola e warung tidak berbuat nyeleneh dan terus melakukan edukasi ke pengelola e warung agar membeli produk makanan yang bermutu baik dan tepat takaran timbangannya dan jangan sampai merugikan masyarakat penerima bantuan(KPM) yang bila mana di langgar akan dikenakan sangsi administrasi dan sangsi hukum sesuai dengan jenis kesalahannya.

Selain itu Dinas Sosial Kabupaten Indramayu juga memberikan edukasi baik pada TKSK ( Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Ketua kelompok, Keluarga Penerima Manfaat (KPM)dan pihak manapun dengan alasan apapun untuk tidak bermain main dengan bantuan sosial ini.

Pihak Kepolisian dan TNI pun terus memonitoring penyaluran kegiatan tersebut melalui Polsek, Koramil, melalui para Babinmas dan Babinsanya untuk terjun kelapangan dan memberikan edukasi pada KPM dan e Warung serta melaporkan proses pencairan tersebut,serta menindak langsung bila ada pihak pihak yang bermain pada BPNT tersebut dengan hukum yang berlaku

Namun nampaknya hal tersebut bisa dicari celah mana yang bisa dimanfaatkan untuk para oknum bermain dalam penyaluran dan pencairan bantuan tersebut.

 

Seperti yang ditemukan di Kecamatan Losarang ada seorang Oknum media dan mengaku orang dekatnya bupati yang mengumpulkan kartu KPM melalui aparat desa dan ketua RW/Rt setempat dengan iming iming Rp.10.000 /per KPM dan komoditas makanan Oknum tersebut droping dengan cara memakai EDC dari e warung diluar Kecamatan Losarang.

Di kecamatan Lohbener ada Oknum Kecamatan mendroping komuditas pangan tertentu ke e warung yang ada di daerah tersebut, yang jelas sangat merugikan dan pemaksaan menurut aturan yang ada penyalur komuditas tersebut harus berbadan hukum yang sah.

Di kecamatan Indramayu ada pengkondisian/pengumpulan kartu KPM yang dilakukan oleh ketua kelompok untuk di gesek dan dicairkan oleh e warung lain di luar Kelurahan dan kecamatan lain.

 

Itu merupakan salah satu gambaran yang ada di lapangan secara nyata dan jelas yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang mencoba menarik keuntungan dari situasi masyarakat yang sedang kesusahan.

Apapun yang dilakukan oleh Pemerintah daerah, Dinas Sosial, Kecamatan, Kepolisian, TNI dan aparat penegak hukum lainnya kalau belum diberikan edukasi dan pemahaman dan kesadaran dari pemegang KPM maka selalu ada celah celah yang bisa di manfaatkan oleh para oknum untuk mencoba bermain main dan memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya dari masyarakat pemegang KKS, walaupun sadar tidak sadar masyarakat sendirilah yang dirugikan dari perbuatan tersebut seperti komuditas makanan yang tidak layak(mutu beras jelek, ayam bau) , timbangan di kurangi dan lain lain. Jadi tampa kesadaran dan peran serta masyarakat pemegang KKS maka situasi ini akan terus berulang dan berulang!!!

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: