Trending

Deni Siregar Ucapkan Selamat, Febri: Buzzer Yang Dapat Gaji Rutin Dengan Menebar HOAX

Sumber: Twitter @febridiansyah

JARRAKPOSJABAR.COM, JakartaYoutuber CokroTV Deni Siregar ucapkan selamat kepada mantan juru bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah.

Alhamdulillah, selamat ya kang
@febridiansyah, Setidak2nya ada kerjaanlah, meski mungkin belum ada gajian. Tapi tetap semangat, karena seperti kata pepatah berakit2 ke hulu berenang2 kemudian. Bersakit2 dahulu, berenang kemudian., “kata Deni Siregar dikuti Jarrakposjabar.com dari postingan akun Twitter @Denisiregar7 pada, Sabtu (25/9/21).

BACA JUGA: Gubernur Anis Baswedan Diperiksa KPK Dan Sebut Nama SBY

BACA JUGA: Terbukti Melanggar Kode Etik, Wakil Pimpinan KPK Dijatuhi Sanksi Pemotongan Gaji 40 Persen Selama 12 bulan.

Menanggapi postingan itu, Eks Jubir KPK membalas dengan sindirin keras terhadap Youtuber CokroTV tersebut.

” Alhamdulillah.. tetap menjaga semangat antikorupsi di tengah kebusukan yang mengepung..” ujar Febri di akun Twitter @febridiansyah.


Banner Iklan Sariksa

“Beda memang dengan buzzer yang gajian rutin dari menebar hoax, mas..” sindir Febri.


Banner Iklan Sariksa

BACA JUGA: Bupati Probolinggo Bersama Suaminya Jadi Sasaran OTT Oleh KPK, Ternyata Penyelidikan Dipimpin Sang Raja OTT Tidak Lulus TWK.

Melansir dari TEMPO.CO, Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah dilantik menjadi juru bicara kantor pemberantasan korupsi darurat. Kantor itu bikinan masyarakat sipil sebagai bentuk kekecewaan dengan kinerja KPK dan pemecatan 57 pegawai lewat tes wawasan kebangsaan.

“Saya melihat teman-teman 57 yang berjuang dari awal di KPK sekarang justru berada di luar gedung,” kata Febri saat memberikan orasi di kantor itu, Jumat, 24 September 2021. Kantor berlokasi di pinggir jalan di depan gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Korupsi Bansos Covid-19, Jaksa KPK Sebut Bupati Bandung Barat Dan Keluarganya Cari Keuntungan

Diketahui sebelumnya, Febri merupakan mantan jubir sekaligus Kepala Biro Humas KPK. Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch itu mengundurkan diri dari KPK pada 18 September 2020.

Febri mundur karena menilai kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Hal itu berkaitan dengan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang oleh para aktivis antikorupsi dinilai memangkas kekuatan lembaga itu. Menurut aturan baru, semua pegawai komisi antikorupsi akan beralih menjadi aparatur sipil negara alias pegawai negeri sipil.

BACA JUGA: KPK Resmi Menahan Direktur Ditjen Pajak Kemenkeu Sebagai Tersangka Suap

Dalam proses alih status pegawai ini, para pegawai ternyata diminta untuk menjalani tes wawasan kebangsaan. Ombudsman RI menemukan pelaksanaan TWK sarat pelanggaran prosedur. Komnas HAM menyatakan terjadi 11 pelanggaran HAM dalam pelaksanaan TWK. Sebanyak 57 pegawai yang tidak lolos tes akan dipecat pada 1 Oktober 2021.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: