BeritaKemenkumham Jabar

Sudjonggo: Rakernispas Diharapkan Menjadi Momentum Terwujudnya UPT Pemasyarakatan dalam kondisi tertib

Kanwil Kemenkumham Jawa Barat

JARRAKPOSJABAR.COM. KARAWANGDalam rangka menyusun strategi pencapaian dan evaluasi target kinerja untuk mewujudkan pelaksanaan Kinerja Pemasyarakatan yang efektif. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat melalui Divisi Pemasyarakatan melaksanakan Rapat  Kerja Teknis Pemasyarakatan (RAKERNISPAS) bertema “Optimalisasi Pelaksanaan Tugas pokok dan Fungsi Pemasyarakatan di masa Pandemi Covid-19“ yang bertempat di Hotel Resinda Jl. Resinda Raya No. 1, Rabu sore (22/09/21).

Dalam Kegiatan tersebut menghadirkan 4 narasumber diantaranya Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga, Direktur Kamtib Ditjenpas Abdul Aris, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Benny Gunawan.

BACA JUGA: Optimalkan Efektivitas Fungsi Pemasyarakatan,  Kanwil Kemenkumham Jabar Gelar Rakernispas.

Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga terkesan dan mengapresiasi atas deklarasi perang terhadap peredaran Handphone, perang terhadap peredaran narkoba di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

“Saya tekankan kepada rekan-rekan yaitu Back to basic,”kata Reynhard.

Segala sesuatu, kata Reynhard, akan kita pertanggung jawabkan. Maka dari itu kita baca, pelajari kembali tugas pokok dan fungsinya di dalam Pemasyarakatan serta operasionalkan itu dengan baik dan kegagalan di masa lalu jangan menjadi faktor pengganggu dalam pembinaan kedepan.

BACA JUGA: DPRD Setujui Perubahan KUA dan PPAS APBD 2021

“Saya bangga dengan Jawa Barat. 3 kata kunci pemasyarakatan Maju, kita sama-sama deteksi dini, berantas narkoba dan tingkatkan koordinasi sinergitas dengan Aparat Penegak Hukum. Ibarat sebuah kapal, kita lalui gelombang yang besar maupun yang kecil secara bersama-sama. Lakukan pembinaan dengan baik, jangan main-main. Jagalah semangat untuk memberikan manfaat dengan penuh dedikasi dan loyalitas yang tinggi, serta pantang menyerah.”tambahnya.

” Saat kita mau maka Tuhan akan memberikan kekuatan untuk “mampu”, bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kita, tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk mengunakan kemampuan yang ada. Jadilah petugas Pemasyarakatan yang berprestasi tinggi serta selalu memiliki sifat dan karakter Pejuang kemanusiaan, yang mengedepankan nilai-nilai akhlak luhur.” kata Reynhard dalam pesannya dan membuka rapat secara resmi.

BACA JUGA: Polri Bersinergi dengan BEM dan OKP Gelar Vaksinasi Merdeka se-Indonesia

Adapun dalam acara tersebut, diketahui, Turut hadir Kepala Divisi Pemasyarakatan Taufiqurrakhman, Kepala Divisi Keimigrasian Heru Tjondro, Plt Kepala Divisi Administrasi Eva Gantini, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Ahmad Kapi Sutisna, Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan Saifur Rachman dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka-UPT) se-Jawa Barat.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Taufiqurrakhman menjelaskan tujuan Rakernispas ini adalah untuk melaksanakan evaluasi terhadap tugas pokok dan fungsi Pemasyarakatan di masa pandemi Covid-19.

“Kita evaluasi pelaksanaan Satopspatnal dan deteksi dini di UPT Pemasyarakatan. Kita evaluasi terhadap langkah-langkah pencegahan peredaran narkoba. Kita juga akan evaluasi pengawasan program integrasi/asimilasi  WBP sesuai PERMENKUMHAM No.10 tahun 2020.” ujar Taufiqurrakhman.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Sudjonggo menyampaikan bahwa diwilayah Jawa Barat terdapat 42 UPT Pemasyarakatan yang terdiri dari 28 Lapas, 5 Rutan, 6 Bapas, 3 Rupbasan, adapun Kapasitas hunian seluruh Lapas /Rutan se Jawa Barat sebanyak 16.761 orang, sedangkan jumlah penghuni saat ini sebanyak 22.793 orang hal itu yang menjadi over kapasitas sebanyak kurang lebih 36 persen.

“Kondisi tersebut merupakan hal yang sangat rawan mengingat sampai saat ini jumlah petugas pemasyarakatan di Jawa Barat  hanya 3.206 orang dan sidah kelebihan kapasitas hunian dan berakibat menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah di Lembaga Pemasyarakatan,” kata Sudjonggo.

BACA JUGA: Penarikan Retribusi Pedagang Pasar Bisa Melalui Aplikasi E-Retribusi

Antara lain,  kata Sudjonggo, terkait kasus peredaran narkoba, rendahnya pelayanan kesehatan, hingga perkelahian antar napi yang berujung kerusuhan dan gangguan kamtib lainnya.

“Pelaksanaan RAKERNISPAS ini diharapkan menjadi salah satu momentum untuk dapat terwujudnya Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dalam kondisi tertib di setiap aspek Pengamanan, Pelayanan, Perawatan dan Pengelolaan, Pembinaan dan Pembimbingan, serta Peri Kehidupan.” harap Sudjonggo.

Terkahir, Rapat pun dilanjutkan dengan Deklarasi Zero Halinar yang dipimpin oleh Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Elly Yuzar.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: