BeritaDaerahKab bandung
Trending

MIRIS! Pertanian Mengering Akibat Proyek PSDA, Kelompok Tani Harapkan Pertolongan Dari Gubernur Ridwan Kamil.

JARRAKPOSJABAR.COM, KAB.BANDUNG-Kelompok Tani di kampung Kerenceng Desa. Bojong malaka. Kecamatan Baleendah bisa gagal tani Akibat adanya proyek pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dari Dinas Sumber Daya Air pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat.

Ketua kelompok Tani Audrudini mengatakan akibat dari proyek Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) para petani ketakutan karena tidak adanya aliran air yamg mengalir kepertanian mereka sedangkan dari pihak PSDA pernah mengatakan bahwa pengairan akan dilakukan secara bergilir.

BACA JUGA: Ancam DPRD Jabar Bisa Kisruh, Bappeda Jabar Tunduk Perintah Ade Barkah

Sudjonggo: Rakernispas Diharapkan Menjadi Momentum Terwujudnya UPT Pemasyarakatan dalam kondisi tertib

“Iya pernah air mengalir tetapi itu hanya 5 hari saja setelah itu tidak adalagi dan para petani sekarang hanya berharap adanya hujan saja,” kata Audrudini saat ditemui dikediamannya pada, Kamis (23/9/21).

Menurut Audrudini, tidak adanya kegiatan dari pihak petugas PSDA di wilayahnya, bahkan sebelumnya para petani disinilah yang mengerjakan dengan bergotong royong terkait saluran air untuk pertanian mereka.

BACA JUGA: Optimalkan Efektivitas Fungsi Pemasyarakatan,  Kanwil Kemenkumham Jabar Gelar Rakernispas.

“Semenjak air ditangani PSDA, para petani justru mengeluh karena disaat air sedang mengalir dan para petani sudah persemean musim tanam tetapi air nya tersendat sendat,” jelasnya.

Sebelumnya , kata Audrudini, Kelompok Tani sudah mendengar terkait adanya informasi yang kurang jelas dan akhirnya para petani langsung mendatangi kantor SDA Soreangyang berlokasi di Komplek Pemda Kabupaten Bandung, JL. Raya Soreang, Km. 17, Pamekaran, Kec. Soreang, Bandung, Jawa Barat , adapun kedatangan kelompok tani guna mempertanyakan kebenaran terkait adanya kabar proyek PSDA tersebut.

Dan para petugas menjawab
“Memang betul ada proyek” tetapi menurut mereka bahwa dari petani yang berada di Bojong malaka dan Andir sudah ada perwakilan dalam rapat yang pernah dilaksanakan.

BACA JUGA: Bermodal Meminjam Bendera Perusahaan, Aa Umbara Kantongi Keuntungan Dari Pengadaan Bansos.

“Kami dari kelompok tani justru tidak ada yang tau dan tidak ada sama sekali informasi sudah diadakannya rapat tersebut,
Kalau pun memang sudah melakukan rapat dengan kelompok tani seharusnya pihak PSDA juga memberitahukan kepada kelompok-kelompok tani yang lain,” tegasnya.

Aliran sungai yang sudah ditimbun tanah (Photo/Deni Supriatna)

Audrudini menegaskan, Kalaupun ada proyek yang akan dikerjakan pihak PSDA seharusnya 3 bulan sebelum atau sesudah panen harusnya kami kelompok tani diberitahukan.

” Padahal para petani lagi bergembira karena airnya mengalir, tetapi sekarang menjadi kering dan bahkan aliran sungai pun malah menjadi kotor dan penuh sampah,” paparnya.

“Disini sudah tidak ada adalagi aliran air yang mengalir untuk pertanian karena proyek tersebut, bahkan kelompok tani sudah melakukan protes dengan aksi demo kepihak PSDA baru kami di alirin air itupun hanya 3 hari, dan surat proyek tersebut juga keluar,” sambungnya.

Audrudini menuturkan bahwa sebelum ada proyek perairan sungai di kampungnya cukup bersih dan sangat membantu untuk pertanian, Pihak petani hanya berharap jika memang ada proyek seharusnya dari hulu sampai hilir dikerjakan dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas pertanian apalagi sekarang sudah zaman canggih jangan sampai para petani menjadi susah dan terpuruk akibat proyek tersebut.

BACA JUGA: Korupsi Dana Banprov Jabar, Berkas Kasus Ade Barkah Dan Siti Aisyah Sudah Dilimpahkan Ke PN Bandung.

“Harusnya proyek berjalan dan jangan menganggu para petani kerja karena disinilah penghasilan para petani menafkahi keluarga,” ungkapnya.


Simak video aliran air yang sudah ditimbun tanah

“Kami kelompok tani sangat berharap kepada pemerintah khusunya bapak Gubernur Ridwan Kamil agar bisa membantu para petani dimasa pandemi seperti ini jangan sampai penghasilan tani kami menjadi hilang akibat dari proyek PSDA ,seharuanya pertanian lebih diutamakan dalam masa kondisi seperti ini, “tandasnya.

Editor: Deni Supriatna

Catatan: Tim jarrakposjabar.com sudah beberapa kali menghubungi Kadis SDA Jabar guna mengklarifikasi berita tetapi tidak ada jawaban hingga berita ini tayang.

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: