Gubernur Anis Baswedan Diperiksa KPK Dan Sebut Nama SBY

JAKARTA. JARRAKPOSJABAR.COM. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan setelah diperiksa terkait Penyertaan Modal Daerah (PMD) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Hal ini terkait pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, yang kini tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai memberikan keterangan di KPK, Anies Baswedan menyebut siap membantu KPK dalam memberantas korupsi terkait dengan dugaan kasus korupsi di Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Setelah diperiksa KPK, Anies Baswedan mengingat saat dirinya terlibat sebagai Ketua Komite Etik Lembaga Antirasuah tahun 2013 lalu.

BACA JUGA: Terbukti Melanggar Kode Etik, Wakil Pimpinan KPK Dijatuhi Sanksi Pemotongan Gaji 40 Persen Selama 12 bulan.

BACA JUGA: Bupati Probolinggo Bersama Suaminya Jadi Sasaran OTT Oleh KPK, Ternyata Penyelidikan Dipimpin Sang Raja OTT Tidak Lulus TWK.

Kemudian pada tahun 2009, ia juga bertugas sebagai Anggota Tim-8 yang ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

“Alhamdulillah, senang sekali bisa terus membantu tugas KPK. Siang tadi memberikan keterangan untuk membantu KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi terkait dengan sangkaan kasus korupsi di Perumda Pembangunan Sarana Jaya.” kata Anis saat memberikan keterangan kepada awak media seusai memberikan keterangan kepada penyidik di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (21/9/21). seperti dikutip Jarrakposjabar.com dari akun Instagram @anisbaswedan.

BACA JUGA: Ancam DPRD Jabar Bisa Kisruh, Bappeda Jabar Tunduk Perintah Ade Barkah

” Hari ini memberikan keterangan, setelah di masa sebelumnya ikut membantu dalam beberapa rangkaian kegiatan. Misalnya, di tahun 2013 bertugas sebagai Ketua Komite Etik KPK. Lalu tahun 2009, bertugas sebagai Anggota Tim-8 yang ditunjuk oleh Presiden,” jelasnya.

Di samping itu, kata Anis, saat bertugas sebagai rektor di kampus, kami menjadikan Mata Kuliah Anti Korupsi sebagai mata kuliah yg wajib diikuti oleh semua mahasiswa (Mata Kuliah Dasar Umum, MKDU). Kampus pertama di dunia (dan satu-satunya) yang menjadikan Anti Korupsi sebagai MKDU, bukan sekadar mata kuliah pilihan.

BACA JUGA: Bermodal Meminjam Bendera Perusahaan, Aa Umbara Kantongi Keuntungan Dari Pengadaan Bansos.

“Ini semua adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam kapasitas apapun untuk terus menerus mendukung usaha memerangi korupsi. Termasuk, untuk membantu KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi.” kata Anis.

“Semoga keterangan dan penjelasan yang disampaikan tadi siang bermanfaat serta bisa ikut membantu menuntaskan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung,” paparnya.

Editor: Deni Supriatna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: