BeritaKrimHumNasional
Trending

Youtuber Mr Kece Babak Belur, Napoleon Bonaparte: Silahkan Hina Saya, Tapi Tidak Terhadap Allahku

JARRAKPOSJABAR.COM. JAKARTA. Dalam surat terbuka tersebut, Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan melalui surat terbuka terkait peristiwa penganiayaan Muhammad Kece. Ia membeberkan alasan nekat menganiaya tersangka kasus penistaan agama itu di Rutan Mabes Polri.

Napoleon menyatakan bahwa ia lahir sebagai seorang umat muslim dan besar dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin.

Merasa telah dilecehkan, Napoleon pun bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap siapapun yang menghina agamanya.

BACA JUGA: Youtuber Muhammad Kece Menistakan Agama Islam, Ketua PJBN: Kenapa Polri Masih Belum Bertindak?

“Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur’an, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku,” tulis Napoleon Bonaparte dalam surat terbuka pada, Minggu (19/9/2021).

“Karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tegasnya.

Di ketahui sebelumnya, Muhammad Kece dianiaya di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Pelaku adalah sesama tahanan yang diduga jendral bintang dua.

Kepada wartawan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi membenarkan kejadian itu. Pelakunya diduga Irjen Napoleon Bonaparte.

BACA JUGA: Panglima TNI Dan Kapolri Ingatkan Penurunan Level PPKM Bisa Menjaga Pertumbuhan Ekonomi

“Napoelon Bonaparte,” jawab Andi Rian Djajadi mengutip tvOne, Sabtu (18/9/21).

Muhammad Kosman alias Mohammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan terhadap agama, telah membuat laporan atas penganiayaan dirinya ke Bareskrim Polri, pada 26 Agustus lalu.

Penyelidikan pun dilakukan setelah Bareskrim Polri menerimatersebut dengan LP Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim.

Brigjen Andi mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami laporan tersebut. Penyidik masih mencari tahu kronologi penganiayaan, apakah dilakukan sendiri oleh Napoleon atau ada yang membantu.

Sejauh ini, menurut Brigjen Andi, sebanyak tiga orang saksi sudah dimintai keterangan. Para saksi itu merupakan tahanan yang ada di Rutan Bareskrim Polri.

“Penyidik sedang mendalami apakah dilakukan sendiri atau ada yang membantu. Nanti ya motifnya. Saksi tiga orang, semuanya napi,” ucap Andi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono sebelumnya telah menyebutkan, kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan. Para penyidik di Bareskrim Polri telah menindaklanjuti laporan dari pelapor Muhammad Kece.

Penyidik telah mengumpulkan alat bukti yang relevan dan juga telah memeriksa tiga orang saksi.

BACA JUGA: Polda Jabar Berhasil Menangkap Pelaku Sindikat Pembuat Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

“Nanti dari alat bukti itu akan dilakukan gelar perkara dan akan menentukan tersangkanya,” ujar Rusdin.

Rusdi menegaskan, kasus tersebut akan dituntaskan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Informasi yang dihimpun, penganiayaan terjadi pada saat Muhammad Kece sedang berada di ruang isolasi

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: