BeritaCovid - 19HukumKab. Bandung barat

Bermodal Meminjam Bendera Perusahaan, Aa Umbara Kantongi Keuntungan Dari Pengadaan Bansos.

JARRAKPOSJABAR.COM. BANDUNGSidang lanjutan Bupati Bandung Barat non aktif, Aa Umbara Sutisna terkait kasus Korupsi Proyek pengadaan barang dan jasa Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Dalam sidang lanjutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 5 orang saksi dari pihak swasta.


BACA JUGA: Terbukti Sejumlah Pejabat Di Pemkab KBB Setor Uang Kepada Aa Umbara

BACA JUGA: Jadi Narasumber, Aa Umbara Kantongi Puluhan Juta Dari Kepala BPKAD Agustina Piryanti.

Jaksa KPK Feby Dwi mempertanyakan kedekatan saksi Deni Indra Mulyawan dengan Andri Wibawa dan perkenalannya dengan terdakwa Aa Umbara.

“Saya mengenal Andri Wibawa sudah lama, bahkan Saya dan Hardi juga pernah menghadap Aa Umbara secara langsung sesuai permintaan Andri Wibawa,” jawab Deni.

Apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Aa Umbara, “tanya Jaksa KPK Feby Dwi.

Pada saat itu, Saya hanya disuruh duduk
dan Pak Bupati bilang “saya panggil dulu orang PPK-nya,” jawab Deni menirukan ucapan Aa Umbara.

BACA JUGA: Jadi Saksi Dalam Kasus Aa Umbara, Hengky: Saya Tidak Pernah Dilibatkan Dalam Penanganan Covid-19 Dan Bansos.

Mendengar pengakuan saksi Deni Indra Mulyawan, Jaksa KPK Feby Dwi lantas membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Deni, diketahui dalam BAP tersebut bahwa Aa Umbara sudah mengetahui terkait maksud kedatangan Deni  meminta agar dicarikan CV.

Apakah Bupati menyuruh dicarikan bendera? Tanya Jaksa KPK.

“Betul, Saya disuruh Bupati cari bendera,” jawab Deni.

Lebih jauh, Deni menjelaskan dirinya langsung mencari perusahaan yang bisa meminjamkan bendera perusahaan agar dirinya bisa ikut proyek paket Bansos tersebut.

Menurut Deni, saat itu muncul CV Jaya Kusuma Ciptamandiri dengan pemiliknya bernama M Yasin dan perusahaan CV Jaya Kusuma Cipta Mandiri pun ikut menggarap proyek bansos.

“Saya langsung menghubungi CV Jaya Kusuma Cipta Mandiri karena saya kenal dengan Direktunya, dan akhirnya saya meminta untuk bisa Pinjam bendera saja,” kata Deni.

BACA JUGA: Tidak Puas Dengan Putusan Majelis Hakim PN Bandung, Kasus Eks Walikota Cimahi Bergulir Ketingkat Banding

Diketahui, saksi Deni dan Hardi sempat diminta fee sebesar 1 persen oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) KBB, terkait dengan peminjaman bendera CV Jaya Kusuma Cipta mandiri untuk proyek pengadaan Bansos Covid-19.

Dari peminjaman bendera tersebut, kedua saksi yakni Deni dan Hardi, mendapatkan sebanyak 16.002 paket dengan biaya total Rp 4,8 miliar di tahap pertama dan 24.536 paket dengan biaya Rp 7,3 miliar.

Editor: Deni Supriatna

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: