BeritaDaerah

Pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kecamatan Pasekan Lancar

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Seiring dengan kebijakan pemerintah dalam hal penanganan dampak sosial dari pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, serta untuk mencegah danpak sosial yang terjadi ditengah tengah perekonomian masyarakat menengah kebawah yang terpuruk akibat dari pelaksanaan PPKM level 3 yang berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementtian Sosial mengeluarkan jaring pengaman berupa bantuan simultan kepada masyarakat berpenghasil rendah .

Namun apa yang terjadi dilapangan dari hasil pendataan hanya 2% saja masyarakat yang bebar benar berhak menerima , sisanya kurang pantas mendapatkannya.

Hal ini juga nampaknya kita disadarkan kembali pada kejadian tahun 1998 atau 2000 di mana pemerintah menggelontorkan program BLT (Bantuan Langsung Tubai) akibat dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia Khususnya yang banyak ditentang oleh semua kalangan dengan alasan akan terjadi kebocoran dan ketidak akuratan data yang ada

Rupanya pemerintah kita sekarang ini diera President H.Ir.Joko Widodo pun melakukan hal yang sama dengan mengucurkan dana bantuan setimulus bagi warga masyarakat yang terdampak sosial pandemi covid-19 ini, bukannya mengajak masyarakat untuk tetap bertahan dan tumbuh seperti jorgan Hut RI Ke 76 Tahun Indonesia Maju,Indonesia Tumbuh, tapi justruk membuat masyarakat menjadi malas bekerja, berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidupnya serta menggerakkan roda perekonomian nya

Bertemat di Aula kecamatan Pasekan Rabu – Jum’at (01 – 03/09/21) dibagikan kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk 6 desa dikecamatan Pasekan dengan jumlah sebanyak 2079 KPM baru ini berdasarkan permohonan dari desa selama masa pandemi covid-19 ini.

Pada hari pertama yang terdiri dari 2(dua ) desa yaitu : desa Brondong 504 KPM dan sebagian Pasekan 190 KPM pembagian KKS berjalan lancar dan terkendali, walaupun masih banyak warga masyarakat yang berkerumun karena takut tidak mendapatkan kartu yang berisikan uang untuk ditukarkan dengan kebutuhan pokok(sembako) seharusnya pihak BNI “46 yang mempunyai kepentingan serta penanggungjawab pendistribusian KKS bisa membikin jadwal pembagian KKS berdasarkan Rt yang ada dan menyerahkan berkas dan formulir data pada hari sebelum KKS di bagikan,serta terkesan lagi lagi pihak BNI ’46 cabang Indramayu kurang berkordinasi dengan pihhak pihak terkait seperti kecamatan, desa dan polsek agar pembagian KKS ini tidak terjadi kerumunan dan lebih cepat dalam pelayanannya kepada masyarakat kecamatan Pasekan, apalagi di masa pandemi yang belum tahu kapan beralhirnya.

Menurut caamat Pasekan A.Syafruddin AS yang ditemui mengatakan,” pihak kecamatan hanya terkena tempat pembagiannya saja mekanisme pembagian ada di TKSK dinsos Pasekan Syarif dan petugas dari BNI Cabang Indramayu jadi pihak kecamatan hanya memfasillitasi saja, dan membantu melalui kasie yanmas,” tegasnya .

Sementara itu salah seorang KPM dari desa Brondong Ranimah mengatakan” dirinya bersyukur dan mengucapkan terimakasih pada pemerintah yang telah memberikan KKS ini, karena dirinya sudah lama mengajukan tapi baru sekarang dapatnya,” paparnya sambil mata berkaca kaca.

Bila semua menyadari bahwa hanya mereka yang berpenghasilan pas pasan yang benar benar layak mendapatkan dan didukung dengan survai yang benar, maka jumlah warga masyarakat yang mendapat KKS tidak sebanyak ini.

Yakinlah bahwa warga masyarakat Indonesia pada umumnya dan. Indramayu pada khususnya masih mempunyai rasa malu untuk meminta minta walaupun mereka hidup apa adanya yang serba kekuranga.

Semoga pembagian KKS kedepan lebih baik lagi sesuai anjuran pemerintah tentang prokes dan dukung usaha pemerintah dalam memerangi pandemi covid -19 ini.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Pro Rakyat Indramayu.
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: