BeritaHukum

Hukuman Mati Pantas Bagi Koruptor, Ketum BPI KPNPA RI Usulkan Kepada Presiden.

JAKARTA. JARRAKPOSJABAR.COM. Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran RI, Tubagus Rahmad Sukendar SH.S.Sos mengusulkan kepada Pemerintah khususnya kepada Presiden Jokowidodo untuk hukum Mati dan miskinkan terhadap para koruptor agar ada efek jera , karena penerapan hukuman yang ringan masih sering terjadi dan itu yang membuat para Koruptor tidak ada efek jera untuk tidak berbuat korupsi.

TB Rahmad Sukendar mengatakan Praktik korupsi masih menjadi musuh besar bangsa Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pejabat baik di tingkat pusat maupun daerah yang tersandung kasus penyalahgunaan wewenang tersebut.


BACA JUGABupati Probolinggo Bersama Suaminya Jadi Sasaran OTT Oleh KPK, Ternyata Penyelidikan Dipimpin Sang Raja OTT Tidak Lulus TWK.

“Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Nasdem ditangkap atas dugaan suap jual beli jabatan, ini jelas praktik korupsi masih merajela karena hukuman koruptor selalu rendah harusnya ada penanganan khusus kepada para koruptor agar menimbulkan efek jera, “kata Ketum BPI KPNPA RI. Jumat (3/9/21).

Salah satunya, kata pria yang juga menjabat Ketua Garda Nasional Paguron Jalak Banten Nusantara yang akrab disapa kang Tb Rahmad, adalah dengan mengubah sebutan koruptor menjadi penjahat Korupsi karena tindakannya sudah merugikan banyak orang.

“Penyebutan itu sangat pantas untuk orang yang merugikan negara dan masyarakat sebagai sanksi sosial untuk pelaku korupsi di negeri ini,” ungkap Kang Tb Rahmad.

BACA JUGA: BPI KPNPA RI : Minta Polri Sikat Habis Mafia Tanah di Sumut ,Jabar Dan Banten Yang Makin Menggila.

Selain mengubah sebutan koruptor menjadi Penjahat Korupsi, Kang Tb Rahmad juga mengusulkan adanya hukuman yang Mati dan Dimiskinkan kata dia, bisa menjadi pembelajaran bagi pejabat lain agar tidak mengikuti jejak menggelapkan uang rakyat dan berprilaku koruptif

“Pelaku korupsi yang merugikan negara di atas Rp 25 miliar, harus dihukum mati minimal seumur hidup,” tegasnya.

Tb Rahmad Sukendar juga menegaskan, korupsi merupakan perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan tidak dibenarkan oleh agama manapun didunia ini

“Apapun sebutannya, yang penting perlu kita tekankan bahwa perbutan korupsi sangat merugikan rakyat dan menyengsarakan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: Jampidum Janji Akan Menindak Tegas Jaksa Nakal Yang Memainkan Perkara, Ketum BPI KPNPA RI Beri Dukungan.

Tb Rahmad Sukendar juga berharap ada Lapas Khusus Para Koruptor yang dibangun harus jauh dari kota besar dan terpencil minimal bisa dimaksimalkan pulau terluar yang layak dan kosong untuk dibangun Lapas khusus para Koruptor agar ada efek jera bagi pelaku korupsi untuk tidak melakukan perbuatannya kembali dan setuju jika para pelaku korupsi diberikan hukuman Mati dan seumur hidup Bahkan harus dipublikasikan dimedia elektronik dipertontonkan dihadapan dimasyarakat setiap minggu agar bisa menjadikan wisata koruptor sehingga akan ada efek malu bagi diri nya dan keluarga, atau setidaknya bisa akan ada efek jera karena diri nya dipertontonkan di wisata.

“Semua ini harus ada keberanian dari Presiden bila negara ini mau bersih dari Korupsi,” tandasnya.


Editor: Deni Supriatna.

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: