BeritaDaerah

SMPN Pasekan Siap Tingkatkan Mutu dan IPM di Indramayu.

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Kabupaten Indramayu sedang melakukan gebrakan yang fenomenal di segala bidang hal ini dilakukan demi tercapainya peningkatan IPM yang masih tertinggal oleh kabupaten lain di Jawa Barat. Ada 3 ( tiga ) Intrumens dasar yang menjadikan barometer penaikkan IPM ( Human Development Indeks / Indeks Pembangunan Manusia) yang terdiri dari harapan hidup, melek huruf ,Pendidikan dan Standar hidup.

Namun hal itu tidaklah mudah kita membalikkan telapak tangan semuanya butuh proses dan kerja keras, kerja cerdas serta kesungguhan dari semua pihak.

Pendidikan merupakan salah satu komponen dasar dari suatu kebutuhan hidup manusia. Seiring dengan hal tersebut Pemerintah Daerah Indramayu sudah memperbolehkan sekolah dan lembaga pendidikan untuk mulai melakukan pembelajaran dengan tatap muka terbatas,sesuai dengan intruksi president melalui Mentri Pendidikkan Nasional dimana dalam ketentuan tersebut adalah daerah yang telah masuk level 1,2 dan 3 diperbolehkan mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas.

SMPN Pasekan adalah sekolah negeri yang berada di kecamatan Pasekan Indramayu memiliki daya tampung cukup banyak sana dengan sekolah sekolah yang lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Sebelum Pembelajaran tatap muka terbatas ini dilaksanakan siswa yang ada di SMPN Pasekan yang berjumlah kurang lebih 468 siswa telah melakukan Vaksinisasi sebanyak 335 orang sampai dengan saat ini proses vaksinisasi tetap berjalan bagi siswa yang belum melakukannya. Dalam penyenggaraannya protokol kesehatan tetap dilaksanakan.

Menurut Kepala Sekolah Istirohah SPd.MM saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan,” alhamdulillah SMPN 1 Pasekan telah mengadakan Pembelajaran tatap muka terbatas terhadap para siswanya, pembelajaran sendiri di mulai pukul 7.30 Wib setelah itu siswa diwajibkan mengaji ayat suci alqur’an selama 30 menit baru setelah itu belajar selama 120 menit dan setiap pelajaran berlangsung jam 30 menit.

Pembelajaran di SMP N Pasekan di berikan pada siswa dengan memakai 2(dua) metoda yaitu: pembelajaran tatap muka bagi siswa yang no absennya 1-15 dan 16-30 pembelajaran Daring ataupun virtual ini berlangsung selama masing masing 1 minggu secara bergantian.

Sekain itu SMP N Pasekan juga tetap melakukan kordibasi dengan pihak Kecamatan, Poksek dan Puskesmas Pasekan dalam rangka pemantauan kepada siswa yang belum di vaksin dengan cara memanggil orang tua dan siswa untuk diberikan pengarahan dan tanya jawab mengapa siswa tersebut belum di vaksin.

Perlu diketahui siswa di sini tidak pernah dibebankan untuk membeli buku pelajaran dan LKS, semua buku pelajaran dipinjamkan kepada anak anak yang dananya bersumber dari dana bos pemerintah berikan, untuk baju seragam putih dan biru para orang tua dipersilakkan untuk membeli di luar, sedangkan baju olah raga dan baju muslim pihak sekolah masih menunggu arahan dari Bupati Nina Agustina dan Dinas Pendidikan Indramayu apakah diperbolehkan sekolah yang mengadakan melalui koperasi sekolah? Atau bagai mana? dan sampai saat ini pihaknnya masih bingung untuk menentukan, karena banyak juga orang tua siswa yang menginginkan sekolah mengadakan baju seragam sekolah, baju olah raga dan baju muslim biar terlihat kompak dan serasi ,” tegasnya.

Memang bila kita menilik sekolah sekolah yang selalu di meraih peringkat baik yang ada di Indramayu maupun di kota kota lain, tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah yang mutunya diatas rata rata harus di dukung dengan sarana dan prasarana yang baik serta pengadaan pendidikan itu menurut undang undang pendidikan bukan hanya kewajiban pemerintah semata tetapi adalah kewajiban pihak swasta dan orang tua siswa (masyarakat) dalam menunjang kegiatan tersebut jadi sangatlah tidak beralasan bila pihak sekolah tidak diperkenankan untuk menjual buku penunjang melalui koperasi dan melibatkan orang tua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan di suatu sekolah.

Output yang baik harus didasarkan pada proses dan penunjang yang memadai. Janganlah kita bicara IPM naik kalau tidak ada pendukung yang memadai disamping itu juga pengawasan yang maksimal tetapi bukan untuk Jastifikasi karena semua sudah ada metoda dan tugas wewenangnya masing masing!!!!.

 

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: