BeritaJawa Barat

MURAL IS DEAD! Ridwan Kamil Sebut Seniman Mural Jangan Baper.

BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Berbagai mural bermunculan disejumlah daerah di Jawa Barat berbagai kritikan ditujukan kepada pemerintahan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pelaku mural juga harus paham dan jangan baper, karena karyanya suatu hari akan hilang. Apalagi tanpa ijin pemilik tembok. Bisa pudar tersapu hujan, dihapus aparat ataupun hilang ditimpa pemural lainnya.


BACA JUGA: Presiden Perintahkan Pemerintah Daerah Percepat Penanganan Covid-19

Menurutnya, Mural harus mempunyai pemahaman agar kerya seni mural tidak hilang, karena itu para seniman mural akan akan mengadakan dialog.

Kita ini harus berdialog, dalam merumuskan “batas”. Batasan mana yang boleh dan pantas, mana yang tidak boleh dan tidak pantas, “kata Ridwan Kamil yang akrab disapa kang Emil, seperti dikutip Jarrakposjabar.com dari akun instagram @ridwankamil pada Rabu (1/9/21).

BACA JUGA: Eks Walikota Cimahi Ajay M Priatna Dijatuhi 2 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding, Ini Alesannya.

Selain itu, Emil menjelaskan, Di dunia digital pun, tidak semua dari kita paham, mana itu “kritik” argumentatif mana itu “buli/hinaan,” ujarnya.

“Orang berjiwa besar bicarakan gagasan, orang berjiwa kerdil bicarakan/gosipkan orang, “tambahnya.

Menurut Emil, Seperti lalu lintas kita pun dibatasi di lampu setopan, kebebasan ekspresi pun dibatasi, oleh nilai “kesepakatan budaya dan kearifan lokal”. Itulah kenapa isu “mural kritik” kelihatannya hari ini masih berada di ruang abu-abu.

BACA JUGA: Wakil Bupati Cirebon Harapkan Kualitas Hasil Pertanian Harus Tetap Di Jaga

“Jika belum ada kesepahaman, maka tafsir boleh/tidak boleh akan selalu menyertai perjalanan dialektika “ ini kritik atau hinaan” dalam perjalanan demokrasi bangsa ini,” paparnya.

Selain itu, kata Emil, Dalam perspektif saya, Mural adalah seni ruang publik yang “temporer”. Ada umurnya.

BACA JUGA: Bupati Probolinggo Bersama Suaminya Jadi Sasaran OTT Oleh KPK, Ternyata Penyelidikan Dipimpin Sang Raja OTT Tidak Lulus TWK.

“Pelaku mural juga harus paham dan jangan baper, karena karyanya suatu hari akan hilang. Apalagi tanpa ijin pemilik tembok. Bisa pudar tersapu hujan, dihapus aparat ataupun hilang ditimpa pemural lainnya,
Mari berdialog,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Beragam coretan dinding berupa mural hingga grafiti bermunculan di sejumlah daerah di Jawa Barat dengan mengkritik terhadap pemerintahan.


Editor: Deni Supriatna.

 

 

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: