BeritaCIMAHIHukum

Majelis Hakim Menjatuhkan Vonis 2 Tahun Kepada Ajay M Priatna, Fadly: JPU KPK Pasti Akan Ajukan Banding.

Sidang putusan Terdakwa Eks Walikota Cimahi Ajay Mochamad Priatna.

BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Majelis hakim Sulistyono menjatuhkan vonis 2 tahun kepada eks Walikota Cimahi Ajay Mochamad Priatna dengan denda 100 juta subsider 3 bulan serta membayar uang pengganti sebesar 6,3 Milyar, keputusan tersebut dibacakan pada, Rabu (25/8/21). Dipengadilan Negri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl. LLRE Martadinata, Kota Bandung.

“Kami mengapresiasi keputusan hakim yang dibacakan hari ini menurut kami itu sudah sebagian besar sesuai fakta persidangan,” ujar Fadly.


BACA JUGA: Dituntut 7 Tahun Penjara Oleh JPU KPK, Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 2 Tahun Kepada Ajay M Priatna. 

BACA JUGA: Dituntut 7 Tahun Oleh JPU KPK, Ajay: Ketidaktahuan Jangan Dipandang Sebagai Kejahatan.

Menurut Fadly, pertimbangan majelis hakim menuju pasal 11a dan hal itu jauh dari nota pembelaan yakni keputusan bebas atau lepas dari hukuman.

” Untuk pasal 12 huruf B Gratifikasi itu putusannya bebas dan tidak satupun terbukti bahwa terdakwa menerima gratifikasi,”tambahnya.

Adapun, dakwaan pertama dalam pasal 12 huruf a yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Majelis Hakim mengadili sendiri dengan akhirnya menjadi pasal 11 huruf a.

Menurut Fadly, pasal 11 ini lebih pada menerima hadiah karena menurut pemberi orang yang diberi itu mempunyai kewenangan dalam jabatan kepala daerah sebagai Walikota Cimahi.

BACA JUGA: Jadi Saksi Dalam Kasus Aa Umbara, Hengky: Saya Tidak Pernah Dilibatkan Dalam Penanganan Covid-19 Dan Bansos.

“Kita sudah berdiskusi dengan terdakwa kita akan pikir-pikir dan hal itu sama dengan penuntut umum KPK, kita diberi waktu selama 7 hari apakah kita akan memutuskan untuk banding atau tidak,”paparnya.

Selain itu, Fadly menambahkan terkait nota pembelaan yang ajukan adalah putusan bebas tetapi diputus oleh Majelis hakim dengan pasal 11a.

Keputusan tersebut menuai ketidakpuasan dari JPU KPK.

BACA JUGA: Dituntut 7 Tahun Penjara Oleh JPU KPK, Ajay Berharap Majelis Hakim Memberi Keputusan Yang Adil.

“Kami minta waktu agar keputusan kelseluruhan dari majelis hakim bisa kita pelajari kembali, kita akan pikir-pikir dulu karena harus dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan pusat,” kata Jaksa KPK Tito.

Diketahui sebelumnya, Jaksa KPK telah menjatuhi tuntutan selama 7 tahun penjara terhadap Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay M Priatna. KPK juga turut meminta hakim mencabut hak politik Ajay.

“Penuntut umum berpendapat bahwa terhadap terdakwa Ajay Muhammad Priatna sudah selayaknya dapat dijatuhi pula pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik,” ucap Jaksa KPK Budi Nugraha saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (12/8/2021).

BACA JUGA: Bupati Dan Wakil Bupati Karawang Gelar Rapat Paripurna di Gedung Sidang DPRD Kabupaten Karawang.

Menanggapi pernyataan dari JPU KPK, Fadly menuturkan pihak JPU KPK pastinya tentu akan melakukan banding karena jauh dari tuntutan mereka, dimana JPU KPK menuntut 7 tahun penjara tetapi majelis hakim menjatuhkan vonis 2 tahun kepada terdakwa, adapun tuntutan yang tidak terbukti dan bebas dipasal 12 huruf B terkait Gratifikasi.

“Dengan pengalaman kami pastinya pihak JPU akan mengajukan banding,” kata Fadly.

BACA JUGA: BREAKING NEWS. Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Bui Dan Membayar Uang Pengganti Sebesar 14 Milyar.

Disinggung terkait uang pengganti sebesar 6,3 Milyar yang harus dibayar oleh terdakwa Ajay, Fadly menegaskan bahwa yang seharusnya bertanggung jawab dan membayar uang pengganti tersebut adalah Dominikus Djoni Hendarto.

“Dominikus Djoni Hendarto harus dimintai pertanggung jawaban hukumnya selaku penerima atau perantara suap dalam perkara yang menjerat terdakwa Ajay,”tandasnya.


Editor: Deni Supriatna.

 

 

 

 

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: