BeritaDaerah

Masirin Kuwu PAW Babakan Jaya kecamatan Gabus Wetan Langsung Tancap Gas Poool.

Indramayu Jarrakposjabar.com. Setelah di lantik dan diambil Sumpah secara Serentak dan Virtual pada Senin (16/08/21) yang bertempat di Aula Kecamatan Gabus Wetan oleh Camat Gabus Wetan Drs..H Masroni serta dihadiri oleh Kapolsek Gabus Wetan AKP. Ahmad Nurhamad SH, Danramil 1617 Gabus Wetan Kapten. Inf Suranto, para Kuwu terpilih se Gabus Wetan dan Anggota BPD serta para undangan yang hadir.

Kuwu Babakan Jaya Masirin langsung mengadakan konsolidasi dengan jajaran aparat desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD) desa Babakan Jaya untuk segera mengambil langkah langkah percepatan pembangunan desa Babakan Jaya dan tindakan untuk memutus mata rantai covid-19 yang mulai memprihatinkan serta mengancam segala sektor kehidupan masyarakat desa Babakan Jaya khususnya dan kecamatan Gabus Wetan pada umumnya.

Ketika dihubungi via telefon kuwu Babakan Jaya Masirin mengatakan,” alhamdulillah dirinya telah dilantik sebagai kuwu di Babakan Jaya. Namun semua itu bukan berarti dirinya santai tapi sekarang justru harus gerak cepat untuk mengejar derap pembangunan yang tertinggal oleh desa desa lain walaupun di masa pandemi covid-19.


Oleh karena itu kuwu Masirin mengharapkan kerjasamanya dari seluruh komponen masyarakat desa Babakan jaya, aparat desa dan BPD sebagai kapalisator dalam usaha membangun masyarakat desa Babakan Jaya lebih maju dan sejahtera. Karena tanpa dukungan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat sehebat apapun program dan sekuat apapun kuwu yang memimpin itu akan tiada artinya kalau tanpa dukungan semua pihak. Kuwu Masirin akan menerima saran dan pendapat dalam mengelola pemerintahan desa Babakan Jaya selagi hal itu benar dan demi kemasyalakatan umat dirinya tidak akan takut Karena sejatinya dalam membangun desa itu ada 2 elemen yang harus menjadikan sasaran yaitu pembangunan sektor fisik dan sektor non fisik,” tegasnya.

Karena dari hal itulah dirinya beserta aparat desa/pamong desa dan BPD desa Babakan Jaya harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja nyata bukan hanya bekerja menunggu perintah saja, kalau bekerja menunggu perintah itu namanya kuli,” tambahnya.

Pemimpin yang bijak adalah” pemimpin yang mau mendengar aspirasi masyarakatnya, dia bekerja berjalan pada aturan yang berlaku serta bukan berdasarkan pada kepentingan politik sesaat karena sejatinya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatlah yang menjadi tujuan utama bukan untuk mencari popularitas dan pencitraan semata.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jatrak Pos Indramayu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: