BeritaCovid - 19HukumKab. Bandung barat

Korupsi Bansos Covid-19, Jaksa KPK Sebut Bupati Bandung Barat Dan Keluarganya Cari Keuntungan

BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara didakwa ikut serta mengatur dalam pengadaan paket bantuan sosial (Bansos) penanganan pandemi Covid-19.

Dalam surat dakwaan, hal itu dilakukan Aa Umbara supaya mendapat keuntungan dari pengadaan paket sembako itu. Adapun Jaksa KPK menyebut Aa Umbara Sutisna diduga bekerja sama dengan pengusaha M Totoh Gunawan yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama terkait pengadaan paket Bansos Covid-19.


BACA JUGA: Jubir KPK Ali Fikri: Berkas Kasus Aa Umbara Dan Anaknya Sudah Dilimpahkan Ke PN Tipikor Bandung.

BACA JUGA: Lantik 182 Pejabat Tanpa Surat Kemendagri, Hengky Kurniawan Dapat Masalah Besar.

“Terdakwa selaku Bupati Bandung Barat yang ditugaskan mengawasi pengadaan barang atau jasa dalam keadaan darurat namun terdakwa ternyata ikut mengatur penyedia paket pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19,” kata Jaksa KPK Budi Nugraha di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, (18/8/21).

Sidang perdana kasus korupsi Bansos yang menjerat Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya. Sidang digelar secara virtual. (Photo/Deni Supriatna)

Selain itu, Aa Umbara juga meminta kepada M. Totoh untuk menjadi salah satu penyedia paket bantuan sosial dengan jumlah 120.000 paket untuk jaring pengaman sosial (JPS) sebesar Rp300.000 per paketnya dan untuk kegiatan PSBB sebesar Rp250.000 per paket.

BACA JUGA: DIDAMPINGI ITJEN, KUMHAM JABAR LAKSANAKAN ENTRY MEETING MONITORING DAN PENGUATAN PEMBANGUNAN ZI UNTUK KANWIL DAN UPT

“Dengan syarat harus menyisihkan sebesar enam persen dari total keuntungan untuk terdakwa,” seperti tertuang dalam dakwaan.

Adapun, Perusahaan M. Totoh Gunawan mendapatkan paket pekerjaan tersebut dengan mekanisme penunjukan Langsung dari Aa Umbara dengan mengenalkan M Totoh ke pejabat Pemkab Kabupaten Bandung Barat sebagai perusahaan pengadaan paket sembako JPS dan PSBB.

Dalam pelaksanaannya, pembayaran paket sembako tersebut dilakukan secara bertahap. Ada enam kali pembayaran yang dilakukan Pemkab Bandung Barat kepada perusahaan M. Totoh Gunawan.

Selain dengan M. Totoh Gunawan, Aa Umbara juga bekerja sama dengan anaknya Andri Wibawa dalam penyediaan bansos. Andri sendiri sudah menyiapkan perusahaan yang akan menjadi penyedia Bansos.

BACA JUGA: Dituntut 7 Tahun Oleh JPU KPK, Ajay: Ketidaktahuan Jangan Dipandang Sebagai Kejahatan.

Kuasa hukum Aa Umbara, Rizky Rizgantara menyampaikan dalam kasus yang menjerat kliennya ini murni jual beli. Justru Aa Umbara sudah mengeluarkan dana pribadinya untuk membeli kelebihan paket sembako dari M Totoh Gunawan.

“Kelebihan paket justru di beli Aa Umbara agar bisa mengakomodir warga yang tidak tercover bantuan paket sembako yang dibeli menggunakan dana APBD.” tegasnya.

 

 

 

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: