BeritaDaerah

Pengasuh Pondok Pesantren Darussurur Ajak Masyarakat Gemakan Tahun Baru Islam

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Meski setiap agama mempunyai perhitungan kalender masing masing namun orang secara umum lebih lekat dan mengenal tahun baru Masehi sebagai tahun baru yang saklar dan wajib di rayakan oleh semua kalangan.

Di agama Islam ada tahun baru yang tidak kalah pentingnya dan harus dirayakan yaitu tahun baru Hijriah atau disebut juga” tahun baru Islam” di mana bagi umat Islam yang faham akan makna perayaan tersebut mempunyai arti yang cukup mendalam bagi refleksi perjalanan umat muslim.

Bertempat di Pondok Pesantren Darussurrur di desa Bojongsari Kecamatan Indramayu diadakan acara peringatan tahun baru Islam yang di ikuti oleh puluhan santri dengan prokes yang ketat.

Mengambil Start dari lapangan bola Bojongsari dan berakhir di komplek Pondok Pesantren Darussurur, puluhan santri berjalan kaki sambil melantunkan salawat kepada baginda Rosullah SAW. Di komplek Ponpes Darussurur sendiri diadakan doorprice, potong rambut gratis dan aneka makanan murah meriah.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darussurur KH. Achmad Ambari mengatakan,” kegiatan ini bertujuan syiar Islam agar semua masyarakat desa Bojongsari khususnya mengenal, mencintai tahun baru Islam secara meriah, karena tahun baru Islam ini dilaksanakan pada masa khalifah Abu Bakar Sidiq dalam rangka memperingati Hijrahnya kaum muslim dari Mekkah ke Madinah. Karena selama ini kaum muda muslim lebih mengenal perayaan tahun baru Masehi di bandingkan tahun baru Islam.

Pembangunan Pondok Pesantren Darussurur sendiri merupakan bentuk keperhatinan terhadap prilaku masyarakat Bojong Sari yang jauh dari nilai nilai islam dan mengajak mereka untuk kembali kejalan yang benar sesuai ajaran agama Islam namun hal itu tidaklah mudah dan kita memakai pendekatan yang efektif. Perlu diketahui pembangunan Pesantren Darussurur sendiri merupakan hasil keringat sendiri tidak meminta bantuan pemerintah ataupun orang lain.

Alhamdulillah jumlah santri semua yang mondok ada 25 orang sedangkan yang tidak mondok/ menginap berjumlah 175 orang jadi kurang lebih santri yang ada di sini berjumlah 200 orang, tujuan di bangunnya pesantren ini adalah buat membantu pendidikan khususnya agama di lingkungan sendiri dan setiap tahun pesantren ini selalu mengadakan bakti sosial sebanyak 4 kali.

Santri yang mondok dan belajar disini gratis, karena kalau santri yang mondok atau mendalami agama disini harus bayar itu berarti hanya yang mampu secara financial saja yang mondok disini sedangkan yang tidak mampu di biarkan menjadi bodoh dan terbelakang pengetahuan agama Islamnya!!, Dan apa yang KH Achmad Ambari lakuka mendapat apresiasi dari Departemen Agama Republik Indonesia karena telah berani” menyelenggarakan Pondok Pesantren” Grraaaatis.! ,”Paparnya.

Bila semua melakukan penyenggaraan pendidikan baik itu umum dan pesantren dengan betul betul gratis maka kebodohan dan kemiskinan di Indranayu khususnya akan lenyap!!

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indranayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: