BeritaCIMAHIHukum

Dituntut 7 Tahun Penjara Oleh JPU KPK, Ajay Berharap Majelis Hakim Memberi Keputusan Yang Adil.

CIMAHI. JARRAKPOSJABAR.COM. Pembacaan tuntutan Eks Walikota Cimahi Ajay Mochamad Priatna oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dan izin revisi IMB Rumah Sakit Kasih Bunda (RSUKB).

Jaksa KPK menuntut Ajay Mochamad Priatna dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda 300 juta,hal itu diberatkan JPU KPK dengan beberapa bukti saksi dipersidangan. Adapun, tuntutan dibacakan langsung jaksa penuntut umum KPK.


BACA JUGA: Jubir KPK Ali Fikri: Berkas Kasus Aa Umbara Dan Anaknya Sudah Dilimpahkan Ke PN Tipikor Bandung.

BACA JUGA: Lantik 182 Pejabat Tanpa Surat Kemendagri, Hengky Kurniawan Dapat Masalah Besar.

“Penjatuhan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar JPU KPK Budi Nugraha saat membacakan amar tuntutannya dalam persidangan yang digelardi Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada, Kamis (12/8/21) Kota Bandung, jl. L. R.E. Martadinata.

Dalam tuntutannya, JPU KPK menilai Ajay terbukti menerima suap sesuai dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan Pasal 12 B Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Sementara itu, Ajay menuturkan dari pasal 12a, JPU KPK menyatakan itu ada suap 3,2 Milyar dari rumah sakit umum kasih bunda (RSUKB) padahal itu adalah bisnis dengan Dominikus Djoni Hendarto (Djoni).

BACA JUGA: KAKANWIL (SUDJONGGO) BERSAMA PIMTI PRATAMA BERIKAN PENGUATAN WBK/WBBM KEPADA SELURUH SATKER DI KANWIL KEMENKUMHAM JAWA BARAT

“Kalau memang itu merupakan suap berarti suap itu ada 5 ornamenya ada, Kwitansi, Kontrak, invoice, transfer Bank dan juga ada pajaknya masa dengan sekumplit itu masih dikatakan suap,” ujar Ajay saat memberikan keterangan kepada awak media.

Selain itu, dengan tegas Ajay membantah tidak pernah menerima uang seperti yang disangkakan terhadapnya terkait suap maupun izin revisi IMB RSU Kasih Bunda dan uang yang dianggap suap tersebut juga ditidak pernah diterimanya.

BACA JUGA: Polresta Cirebon Kembali Razia Ke Rumah-Rumah Warga Di Desa Halimpu Dan Desa Kondangsari

“Beberapa saksi yang dihadirkan tidak ada yang mengatakan itu suap dan jelas saya tidak pernah terima uang tersebut karena dari beberapa saksipun uang itu diterima oleh Djoni dan Yanti dan tidak ada konfirmasi kepada saya, ” tegasnya.

Selanjutnya, Ajay berharap majelis hakim bisa memberikan keputusan dengan bijak dan seadil-adilnya dan mempertimbangkan keputusannya.

” Saya tidak membela diri tetapi saya ingin ada keadilan untuk saya karena semua yang disangkakan hal itu tidak pernah saya lakukan, adapun, uang yang saya terima itu adalah hak saya yang merupakan bisnis dan itu murni uang bisnis, tetapi kalau itu merupakan suap kenapa KPK tidak memeriksa rekening milik Djoni, ” tukasnya.

BACA JUGA: Kejaksaan Negeri Indramayu Suplai Vaksin untuk Warga Binaan Lapas Kelas 2B Indramayu.

Disinggung terkait tuntutan 7 tahun penjara dari JPU KPK, Ajay nenegaskan pihaknya akan mempersiapkan nota pembelaan disidang selanjutnya pada, Senin (16/8/21) nanti.

” Pengacara saya akan mempersiapkan dalam nota pembelaan di sidang nanti dan saya tetap berharap semoga ada keadilan untuk saya, selain itu saya juga minta maaf kepada masyarakat Kota Cimahi dengan adanya kasus ini mengakibatkan konflik bagi masyarakat Kota Cimahi,”paparnya.

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: