BeritaDaerah

Bupati Indramayu Nina Agustina Melakukan Panen Perdana di Desa Penyindangan Wetan – Sindang.

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Mendekati musim panen raya padi di Indramayu yang jatuh pada bulan Agustus- September 2021 ini, ada beberapa hal yang menjadikan perhatian serius Pemerintah Daerah Indramayu antara lain : harga gabah yang turun, ketersediaan pasokan air dan pupuk yang bersubsidi yang langka.

Bertempat di desa Penyindangan Wetan Kecamatan Sindang Sabtu (07/08/21) Bupati Indramayu melakukan Panen perdana padi diareal sawah warga. Nampak hadir pada panen perdana tersebut Kepala Dinas Pertanian Indramayu Tarmid, Sekdis Pertanian Indramayu A.Yani, Camat Sindang Ali Sukma Jaya M, danramil Sindang Kapten.inf Sudiyanto, Kapolsek Sindang IPTU Saefulloh SH.MH, para penyuluh Pertanian, para Kuwu Pjs / Kuwu se kecamatan Sindang, kelompok tani dan Kuwu Penyindangan Wetan Nursidin.

Dalam kegiatan Panen Perdana tersebut bupati Indramayu Nina Agustina di dampingi Kepala Dinas Pertanian Tarmid, Sekdis Pertanian A.Yani, Camat Sindang Ali Sukma Jaya M, kuwu Penyindangan Wetan Nursidin dan para petani, terjun langsung ke sawah untuk melakukan panen padi perdana. Setelah melakukan panen perdana bupati Indramayu melakukan tanya obrolan santai dan mendengar aspirasi dari pada petani, antara lain:
1. Meminta agar kantor BPP Sindang mindah ke bekas bangunan SDN Penyindangan yang sudah tidak dipakai.
2. Menjamin ketersediaan pupuk buat petani.
3. Harga jual gabah di naikkan
4. Menjamin ketersediaan air bagi para petani.

Sementara itu Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan,”dirinya mewakili masyarakat Indramayu mengucapkan terima kasih kepada kerja keras petani, masalah yang selama ini menjadi hambatan akan segera diselesaikan dengan seluruh komponen yang ada, artinya perlu kordinasi dengan semua pihak termasuk kelangkaan pupuk serta harga dasar gabah yang merosot intinya semua harus bersabar dan yang lebih penting lagi Dinas Pertanian harus bekerja ektra maksimal,” tegasnya.

Kepala desa Penyindangan Wetan Nursidin mengatakan,” terima kasih atas kunjungan bupati ke desa Penyindangan wetan dan semoga bupati mau membuka saluran irigasi yang ada di blok Bangkir agar petani disini selalu tercukupi kebutuhan airnya serta tidak usah memakai pompanisasi lagi tambahnya ketersediaan pupuk pada waktu musim tanam juga harus diperhatikan,” ujarnya

Sementara itu perwakilan Petani karpin mengatakan,”seluruh petani khususnya di. Penyindangan Wetan mengharap agar ketersediaan pupuk harus ditingkatkan disamping itu ketersedian air juga harus lancar sehingga tidak ada lagi sistim pompa yang justru menambah beban pengeluaran biaya nantinya,” paparnya.
Dari pengamatan dilapangan terlihat luas sawah yang akan panen mencapai 3000 hektar dan mutunya sangat baik, namun sayang harga jual gabah hanya Rp.430.000,/ kwintal jauh dari harga yang biasanya mencapai Rp.560.000/ kwintal bila dikankulasi dengan biaya tanam dan harga pupuk per hektar jelas pendapatan petani sangat tipis. Hal ini perlu untuk menjadikan bahan kajian bersama, agar kehidupan petani sejahtera sesuai dengan harapan bupati Indramayu Nina Agustina SH MH RCA.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: