BeritaDaerah

Pelaksanaan “Rapat Paripurna DPRD Indramayu dilaksanakan secara Virtual”.

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Seiring dengan belum redanya masa Pandemi Covid-19 yang juga belum mereda serta karena tugas dan tanggungjawab Konsitusi untuk tetap mengadakan”rapat Paripurna DPRD Indramayu” dalam rangka penyampaian nota pendapat badan anggaran (Banggar) terhadap pembahasan Raperda tentang pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2020.

Acara Rapat Paripurna sendiri di ikuti 14 anggota DPRD yang hadir langsung dan 25 anggota DPRD Indramayu yang mengikuti secara Virtual. Selain itu pula di ikuti secara virtual oleh Kajari Indramayu, Kapolres Indramayu, Dandim 0616/Indramayu, Kepala pengadilan Negeri Indramayu, Kepala Pengadilan Agama Indramayu dan para SKPD se Indramayu.

Rapat Paripurna di pimpin oleh ketua DPRD Indramayu H. Syaffudin SH, Wakil Ketua Sirojuddin SH (PDI-P), Amroni S.I.P (PKB), Turah (Gerindra), dan dihadiri oleh Sekda Indramayu Rinto Waluyu (mewakili Bupati).

Dalam Rapat Paripurna tersebut di bacakan nota Pendapat DPRD yang dibacakan ketua Banggar DPRD Indramayu H.Sirojjudin SH mengatakan,” bahwa hasil pemeriksaan keuangan Pemerintah Kabupaten Indramayu oleh Badan Pemeriksa keuangan Republik Indonesia pada tahun 2029 telah memperoleh WDP ( Wajar Dengan Pengecualian nilai ini turun dari tahun yang lalu yang mana selama 5x berturut turun Kabupaten Indramayu memperoleh nilai WTP ( Wajar Tak Pengecualian). Hal ini jelas menjadikan bahan evaluasi kita bersama agar kedepan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan lebih baik lagi. Temuan – temuan yang berulang diharapkan untuk tidak terjadi lagi dan segera di lakukan pembenahan. Walaupun hal ini terjadi karena pelaksanaan APBN tahun anggaran 2020 ini adalah merupakan tanggungjawab estafet dari kepemimpinan kepala daerah sebelumnya,” paparnya.

Realisasi Laporan Keuangan daerah tahun anggaran 2020 adalah sebagai berikut:
A. Realisasi pendapatan sebesar Rp.3,31 Trilyun atau 98,07%
I. Pendapatan asli daerah terealisasi sebesar Rp.504,68 Milyar atau 109,73%.
II. Pendapatan Tranfer realisasi mencapai Rp.2,11 Triliun.

B. Belanja daerah realisasinya sebesar Rp.3,31 Trilyun atau 94,08%.
I. Realisasi belanja operasi mencapai sebasar Rp. 2,32Triliun atau 93,95%.
II. Realisasi belanja modal mencapai Rp.317,73 Milyar atau 86,01%.
III. Realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp.118,40 Juta atau 98,88%.
IV. Realisasi belanja transfer terealisasi sebesar Rp.551,80 Milyar atau 98,97%.

C. Pembiayaan Daerah.
1. Penerimaan pembiayaan terealisasi sebasar Rp.165,07 Milyar atau 100%.
2. Pengeluaran Pembiayaan realisasi sebesar Rp.23 Milyar atau 100%.

Dengan adanya nota pendapat pada rapat Paripurna tersebut bupati Indramayu Nina Agustina SH.MH.RCA akan menyampaikan kepada Mentri dalam negeri dan Mentri keuangan untuk dilakukan evaluasi dan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dilakukan Registrasi.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: