BeritaDaerah

Meningkatnya jumlah ibu hamil dan pernikahan menjadi trend di masa Pandemi Covid-19 (PPKM) ini.!!!

Indramayu Jarrakposjabar.com. Tuhan telah menciptakan apa yang ada di alam semesta ini berpasang pasangan seperti adanya siang – malam, besar – kecil, perempuan – laki laki, hidup – mati, semuanya berjalan secara proses alami. Sadar ataupun tidak, diminta maupun tidak semua itu diciptakan demi keseimbangan dari ekosistem yang ada.

Pandemi sudah terasa menjangkit negeri Indonesia ini hampir 2(dua) tahun lamanya, hampir semua sendi kehidupan khususnya ekososbud ( ekonomi, sosial dan budaya) mengalami pukulan yang cukup hebat, selain itu pula pandemi ini sudah banyak memakan korban jiwa, mulai dari masyarakat biasa, anak anak, manula sampai dengan tenaga medis terlatih sekalipun tidak luput dari covid-19.

Sektor ekonomi yang selama ini menjadi harapan untuk bangkit kini berjalan tertatih tatih, industri hulu dan hilir mengalami kelesuhan, pendidikan yang menjadi fundamen kecerdasan kehidupan bangsa mengalami reruntuhaan banyak siswa hanya belajar dengan cara dariing dan virtual tanpa bisa berinteraksi dengan teman teman dan guru dilingkungan sekolah, guru siibuk menyiapkan materi dan penilaian tugas demi rapot sementara itu pendidikan moral dan etika di abaikan.

Namun dari itu semua ada yang tampak menarik dari kejadian pandemi covid-19 dan pelaksanaan PPKM selama ini. Dimana sistim bekerja bagi ASN dibagi dengan sistim on off atau WFH, yang berakibat tingginya angka kehamilan ibu ibu karena masa pandemi iini, seperti yang terlihat di balai kesehatan ibu dan anak yang ada dijalan DI.Paanjaiitan Indramayu dan klinik Al Hiidayah serta Rs Ibu dan anak Irhamna dimana setiap harinya 2-5 orang ibu ibu mengunjungi klinik tersebut untuk memeriksakan kehamilan atau melakukan persalinan.

Menurut salah satu staff pendaftaran wiwin(bukan nama sebenarnya) mengatakan,” Selama masa Pandemi dan PPKM ini jumlah pasien yang berkunjung ke klinik bersalin ini mengalami kenaikan 30% dari biasanya dan biasanya di dominasi pasutri yang muda tetapi yang tua(telah punya anak) juga banyak,” tegasnya.

Sementara itu dari hasil pantauan di KUA (Kantor Urusan Agama) di kecamatan Sindang dan Juntinyuat menurut petugas KUA ( lebe Ade) mengatakan,” setelah diakhirinya PPKM darurat dan diberlakukannya PPKM 4 ini tidak mengurangi para pemuda yang berusia 20 – 25 tahun untuk melanjutkan kejenjang perkawinan setiap hari. 2-4 Pasangan melakukan perkawinan di. KUA. Sindang ini,” paparnya.

Banyak faktor yang menyebabkan melonjaknya angka perkawinan diantara:
1. Meningkatnya pergaulan bebas.
2. Bergesernya etika sosial dalam masyarakat.
3. Himpitan ekonnomi..
4. Tidak adanya kegiatan tatap muka pembelajaran di sekolah.
5. Jenuhnya masa Pandemi covid dan PPKM yang begitu lama
6. Mudah dan murahnya mengurus biaya pernikahan..

Semoga hal ini bisa menjadi masukan dan kajian bersama untuk para pemimpin bangsa dalam mengambil keputusan di lihat dampak negatifnya bagi masyarakat kita!!!. Bukan rahasia lagi hukum alam akan tetap berlaku dimana ada yang meninggal dunia pasti dibarengi dengan ada yang melahirkan anak di dunia ini.

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu.
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: