BeritaHukumKota Bandung

Kuasa Hukum Ajay M Priatna Harapkan kesaksian Ahli Menjadi Pertimbangan Putusan. 

BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Fadly Nasution selaku kuasa hukum berharap kesaksian ahli menjadi pertimbangan majelis dalam pertimbangan putusan dalam sidang lanjutan Eks Walikota Cimahi Ajay Mochamad Priatna yang tersandung kasus suap IMB Rumah Sakit Umum Kasih Bunda (RSUKB) Cimahi.

Fadly Nasution mengatakan, saksi ahli yakni Dr Hotma P Sibuea SH, MH, (Ahli Perdata) dan Dr Ahmad Sofyan SH, MH, (Ahli Pidana) saat diambil sumpahnya sudah sudah memperjelas dalam membedakan perjanjian dan perikatan, adapun perjanjian dalam hukum perdata itu bisa lisan dan bisa juga tertulis dan semuanya juga di akui.


BACA JUGA: Di Awali Saling Sindir di Medsos, Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan

“Kalau itu terjadi diperjanjian lisan tidak boleh diingkari oleh pihak yang membuat perjanjian tersebut,” kata Fadly saat memberikan keterangan seusai sidang berakhir yang digelar di Pengadilan Negri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Senin (2/8/21) jl. L. R.E Marthadinata, Kota Bandung.

Fadly juga menambahkan, hal itu sudah memperjelas keterkaitan dengan fee koordianasi itupun sudah diatur dalam perjanjian.

BACA JUGA: Ajay M Priatna Pasti Bebas, Fadly Nasution: Ini Uang Fee Koordinasi Tidak Ada Hubungan Dengan Kasus Suap.

“Itulah yang dilaksanakan oleh para pihak termasuk Dominikus Djoni,Yonatan Hutama dan Ajay Mochamad Priatna yang membuat perjanjian tersebut,” terangnya.

Disinggung terkait Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi penyidik dari KPK ,Fadly menuturkan bahwa kesaksian-nya tidak detail terkait pertanyaan yang disampaikan dirinya kepada saksi Andin dari peyidik KPK.

Lebih jauh, kata Fadly, Saat mepertanyakan jam berapa pertemuan antara penyidik dari KPK dengan saksi Yanti di PT. Trisakti. Dari jawaban saksi penyidik mengatakan sekitar pukul 10.00 Pagi, Sedangkan saksi Yanti menjawab sekitar pukul 12. 00.siang.

BACA JUGA: BREAKING NEWS! KPK Hadirkan Penyidik Di Sidang Eks Walikota Cimahi Ajay M Priatna Pada Senin 2 Agustus 2021.

“Sudah jelaskan, Saksi dari tim penyidik KPK tidak membuktikan apa-apa dan tidak sesuai dengan keterangan saksi Yanti,” tambahnya.

Sementara itu terkait saksi ahli yang di hadirkan ,kata fadli,saksi ahli sudah bagus dan memperjelas unsur-unsur pasal 11a dan pasal 12B (Besar).

“Saya berharap saksi ahli bisa menjadi pertimbangan majelis, karena saksi ahli dalam pertimbangan majelis itu bisa dipake dalam pertimbangan putusan.” tukasnya.

Lebih jauh, kata Fadly, dalam Sidang lanjutan nanti dengan agendanya pemeriksaan terdakwa yakni sumbernya BAP tersangka ,kemudian akan dikonfirmasi terkait fakta-fakta yang sudah berkembang sekarang ini.

BACA JUGA: Siapkan 500 Dosis Vaksin, DPD NasDem Kota Cimahi Gelar Vaksinasi Untuk Masyarakat Cimahi.

” Ya intinya bagaimana sebenarnya hubungan terdakwa (Ajay M Priatna) dengan Yontan Hutama dan Dominikus Djoni, hal itu akan menentukan status terkait uang tersebut sebenarnya uang itu apakah uang fee koordinasi atau uang suap, mudah- mudahan dengan keterangan terdakwa membuat perkara ini menjadi sangat terang benderang menjadi sangat jelas semuanya,” paparnya.

Deni

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: