BeritaHukumKota Bandung

Bantah Pernyataan Direktur RS Kasih Bunda, Ajay: Dia Saja Belum Memikirkan Namanya Revisi IMB. 

BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM, Sidang lanjutan eks Walikota Ajay Mohamad Priatna digelar kembali dengan menghadirkan saksi diantaranya dr. Nuningsih (Direktur RS Kasih Bunda). Cintya (Staf Dr. Nuningsih). Yanti (Swasta). Dominicus Joni (Swasta)dan Marshal (Swasta) sidang digelar di Pengadilan Negri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jalan RE Marthadinata. Kota Bandung. 

Ditemui saat sidang di istirahatkan Ajay mengatakan, Alhamdulilah semakin hari semakin terbuka dimana kata direktur rumah sakit kasih bunda (Nuningsih) dalam. Kesaksiannya menyampaikan bahwa perjanjian fee koordinasi itu sudah ada dari bulan maret.

BACA JUGA: Presiden Umumkan PPKM Darurat Diperpanjang Dan Dibuka Secara Bertahap pada 26 Juli 2021.

“Saya heran kenapa dr. Nuningsih mengatakan perjanjian fee koordinasi sudah ada dibulan maret padahal dibulan maret dia sendiri belum memikirkan yang namanya revisi IMB seperti yang dituduhkan kepada saya,” ujar Ajay.

Iapun menambahkan bahwa uang tersebut merupakan uang PT.Ledino dan tidak ada hubungan nya dengan perizinan IMB dan pihaknya  sama sekali tidak tahu tentang istilah fee koordinasi seperti yang tertuang antara Joni dan pihak rumah sakit..

BACA JUGA: Sidang Lanjutan Eks Wali Kota Cimahi, Ajay Sebut Pembelian Tanah Didago Pakar Tidak Ada Hubungan Suap Izin Dan Revisi IMB.

“Yang saya tahu adalah sisa tagihan dimana saya mempunyai usaha dengan Joni, adapun pernyataan yang dituduhkan kepada saya seperti suap 3,2 milyar adalah suap revisi IMB, hal itu tidak ada sangkut pautnya.” tegasnya.

Adapun , terkait ucapan para saksi yang dihadirkan ajay menuturkan bahwa fakta yang ada memang perizinan itu di urus secara normatif.

BACA JUGA: Merasa Dizolimi Oleh Kesaksian Para Saksi, Ajay : Berharap Masih Ada Keadilan Untuk Saya.

” Saat perizinan diurus mereka tidak pernah meminta tolong kepada saya dan sayapun tidak pernah merasa dimintai pertolongan, “ucapnya.

Sementara itu, kata Ajay, terkait uang yang disangkakan sebagai suap izin revisi IMB dirinya tegas membantah tuduhan tersebut bahwa uang tesebut merupakan uang sisa tagihan dari Joni yang memang pada saat itu ada perbedaan.

“Pada saat itu Joni mengatakan bahwa sisa tagihan tersebut sebesar 1,5 milyar ternyata setelah dicek bukan 1,5 milyar melainkan 3,2 milyar dan 200juta sudah dibayarkan kepada Joni dan itupun ada pajaknya pertama 250 juta dipotong PPH menjadi 2,36 milyar.” tukasnya.

BACA JUGA: Diduga Lalaikan Kewajiban Penggunaan Anggaran Dana Desa, BPI KPNPA RI Segera Laporkan Oknum Pejabat.

Dalam hal ini, menurut Ajay, apakah terkait suap yang disangkakan kepada dirinya ternyata ada pajaknya, invoice bahkan ada kontrak.

” Saya merasa bingung darimana suap ada pajaknya dan hal itu bukan suap tapi sisa tagihan proyek pembangunan rumah sakit kasih bunda dan itu merupakan bisnis to bisnis dengan Joni. Saya berharap masih ada keadilan buat saya karena tuduhan suap yang disangkakan hal itu tidak saya lakukan, “paparnya.

Deni Supriatna

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: