BeritaDaerah

Muspika Sindang Membagikan Paket Sembako Kepada Pedagang Kecil.

Indramayu Jarrakposjabar.com. Seiring dengan diberlakukannya PPKM darurat di wilayah Jawa dan Bali, banyak pelaku ekonomi yang tidak dapat menjalankan roda kegiatan perekonomiannya karena pemberlakuan PPKM darurat.

Untuk menghindari dampak yang ditimbulkan serta tetap berjalannya roda perekonomian masyarakat, perlu sekiranya di ambil langkah langkah yang strategis guna menyelamatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini, mulai dari pemberian modal stimulus, pemotongan beban pajak dan lain sebagainya.

Muspika Sindang selain melakukan tindakan penertiban, himbauan dan juga edukasi pada warga masyarakat agar senantiasa menaati himbuan pemerintah tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 yang sedang merajalela.

Muspika Sindang ( Camat Ali Sukma Jaya, Kapolsek IPTU Saefullah SH, Danramil Sindang Kapten Inf Sudaryanto) di pimpin oleh Camat Sindang Ali Sukma Jaya memberikan 50 paket sembako kepada para pedagang kaki lima yang ada di jalan utama wilayah kecamatan Sindang yang terkena dampak langsung dari penerapan PPKM darurat yang di mulai tanggal 3 -20 Juli 2021.

Dalam pesannya Camat Sindang Ali Sukma Jaya mengatakan,” para pedagang tetap boleh berjualan asal kan bagi yang menyediakan makanan olahan seperti, baso, ketoprak, mie ayam, pecel, kopi dan lain sebagainya silahkan di bawa pulang saja, tidak boleh makan di tempat, dan kepada semua pedagang patuhi protokol kesehatan dan ada sedikit paket sembako dari Muspika Sindang kepada para pedagang, semoga dapat bermanfaat ,” paparnya.

Deden salah seorang yang biasa mangkal di depan kantor Pengadilan Agama Indramayu mengatakan,” sejak di berlakukannya PPKM darutat ini, omset dagangannya menurun drastis, banyak acara sidang di Pengadilan Agama ini di tunda dan hanya WFH saja sehingga kantor menjadi sepi, Deden meminta semoga PPKM darurat ini tidak lama, biar kami pedagang kecil ini tidak bangkrut!!!, Mengenai bantuan dari Muspika Sindang dirinya mewakili teman teman pedagang yang ada di sepanjang jalan ini, berterima kasih walaupun agak terlambat memberikannya, sekali lagi terimakasih dan PPKM darurat ini jangan di perpanjang,” pinta deden .

Seharusnya pemerintah pusat dan daerah harus mengkaji dampak sosial yang di timbulkan dari program PPKM darurat tersebut sebelum di gulirkan baik secara phisiologi, maupun kehidupan perekonomian masyarakat jangan sampai niat pemerintah yang mau memutus mata rantai penyebaran covid berdampak putusnya mata rantai perekonomian masyarakat, sebagus apapun program kalau bersinggungan dengan kehidupan masyarakat kecil itu perlu dikaji dan terus dikaji dampak yang akan di timbulkan dan jangan sampai ada gejolak di masyarakat.

Kalau sudah bicara perut itu sangat rentan, itu sama saja kita bicara masalah kehidupan manusia yang manusiawi. Sudahkah negara memanusiakan warga masyarakatnya yang adil dan beradap????.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu.
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: