BeritaDaerah

Memaknai Hari Bidan Nasional” Harus Berempati Dengan Membuat Kebijakan Pro Nakes!”

Indramayu.Jarrakposjabar.com.Memaknai hari jadi bukan berarti kita berfoya foya merayakan dengan penuh gemerlapan, tetapi yang lebih penting adalah intropeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan serta apa yang akan kita perbuat kedepan demi kemasyalakatan umat manusia.

Bidan merupaksn suatu profesi yang mulia dan merupakan pejuang digaris depan dalam menciptakan tatanan masyarakat dan keluarga yang sehat dan sejahtera. Peran serta dan sepak terjang di dalam perjalanan bangsa ini sudah tidak diragukan lagi.

Seperti apa yang di ungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari wilayah Jawa Barat tepatnya daerah pemilihan Indramayu, kodya Cirebon dan Kabupaten Cirebon Netty Prasetiyani Aher dari Partai Keadilan Sejajtera (PKS).

Menurut Netty Prasetiyani Aher mengatakan :,” Pemerintah Pusat dan daerah harus memberikan perhatian dan empati kepada tenaga kesehatan, karena merekalah digaris depan langsung berhadapan dengan Pasien Covid-19. Pastikan semua hak terpenuhi, baik menyangkut perlindungan, dan keamanan diri, Kesehatan, Jam Kerja hingga soal insentif yang telah dijanjikan ,” kata Netty dalam pers confern Sabtu (26/06/21).

Empati kepada Nakes (Tenaga Kesehatan) apalgi yang status honor dan magang harus dibangun, sebab seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 banyak Nakes yang mengalami kelelahan, minim istirahat, terpapar Covid-19, meninggal dan bahkan mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari keluarga Pasien. Pemerintah harus surplus empati pada kondisi yang tengah dihadapi oleh tenaga kesehatan.

Jangan sampai ada kebijakan yang tidak pro Nakes, seperti penundaan insentif, waktu dan beban kerja yang berlebihan, APD dan obat yang kurang dan adanya pemotongan Insentif, kondisi itu akan menyulitkan Nakes dalam menjalankan tugasnya ,” lanjut Netty.

Data dari laporan satgas Covid-19 menunjukkan, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang meninggal karena Covid-19 hingga Selasa (22/06/21) mencapai 974 orang.

Sebagian besar Nakes meninggal adalah dokter sebanyak 374 orang, Perawat 311 orang, bidan 155 orang, disusul beragam Profesi Nakes lain. Jumlah nakes yang meninggal dunia bulan Mei – Juni mengalami kenaikkan.

Hal ini di sebabkan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat pentingnya kita tetap menjalani protokol kesehatan (Prokes) dan pergantian musim.

Meninggalnya satu orang tenaga kesehatan menjadi kehilangan dan kerugian yang cukup besar bagi dunia kesehatan Indonesia, karena proses menciptakan tenaga kesehatan yang handal itu memakan waktu yang lama. Apalagu saat ini kita menghadapi lonjakan kasus dengan virus varian baru yang lebih ganas dan mudah menular bagai kan bom waktu yang sewaktu waktu dapat meledak.

Masyarakat juga harus mempunyai rasa empati kepada Nakes , harus saling menghargai dan membantu program pemerintah dalam memerangi pandemi covid-19. dan perlu di ketahui bahwa tidak semua nakes itu adalah Pegawai Negara Sipil tetapi banyak diantara mereka yang berstatus honor serta magang yang hanyak mendapat bayaran perbulan kurang dari kata layak yaitu Rp.300.000, – Rp.600.000,- tanpa adanya uang insentif dan jaminan kesehatan yang layaknya seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang kalau ada apa apa atau mengalami sesuatu mereka tanggung sendiri.

Dimana rasa keadilan dan prikemanusiannya??? Mereka juga manusia maka perlakukan Nakes Honor dan magang layaknya manusia!!!.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: