BeritaHukumKab bandung

Diduga Melakukan Penipuan, PT. Lembang Permata Rekreation Estate Digugat Di Pengadilan Bale Bandung.

KAB. BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Diduga melakukan penipuan terkait proyek perumahan PT. Lembang Permata Rekreation Estate di gugat dipengadilan Bale Bandung, Senin (28/6/21) Kabupaten Bandung.

Antoni Bangun kuasa hukum dari Aryo Efendi menjelaskan pihaknya menggugat PT. Lembang Permata Rekreation Estate yang berlokasi di perumahan Alienda Toundhouse terkait dugaan penipuan proyek perumahan yang dilakukan kepada klienya yang bernama Aryo Efendi dengan kerugian mencapai 1 Milyar lebih.


BACA JUGA: Jokowi Tegaskan Pemerintah Tetap Memberlakukan PPKM Mikro Sebagai Kebijakan Paling Tepat Menekan Laju covid-19.

“Kita melakukan gugatan karena tidak adanya fisik pengerjaan dilapangan sedangkan klien saya (Aryo Efendi) sudah melakukan pembayaran dengan jumlah nilai totalnya hampir 1 milyar lebih,”ujar Antoni.

Menurut Antoni, sidang ini merupakan sidang yang ke 21 dengan agenda menghadirkan para saksi dari pihak tergugat, adapun permintaan dari kuasa hukum tergugat meminta waktu 1 minggu untuk menghadirkan saksi di sidang lanjutan.

BACA JUGA: Oknum Perangkat Desa Cipanas Di Duga Melakukan Pungli

“Fakta dilapangan sudah sangat jelas bahkan bukti kuat dan hasil pemeriksaan dilokasi sebenarnya itu sangat kuat dan tidak perlu adanya saksi karena sudah fakta, kalaupun dalam sidang lanjutan nanti setelah saksi dihadirkan maka jelas kita akan meminta putusan pengadilan karena semua bukti sudah masuk semua,”tegasnya.

Selain itu, Antoni menambahkan PT Lembang Permata Rekreation Estate seharusnya bisa memberikan bukti dalam pengerjaan sesuai perjanjian yang sudah dibangun dari awal bahkan beberapa kali diperingatkan dan sudah diberikan somasi tetapi tidak adanya respon dan niat baik dari pihak mereka.

BACA JUGA: Fraksi PDI-P di DPRD Indramayu Meminta Pemerintah Indramayu Untuk Segera Bangun SMP 2 Indramayu Yang Terbakar!!!.

“Pada 20 Desember lalu kita sudah memberikan peringatan dan somasi tetapi pihak pengembang tidak merespon bahkan tidak ada niat baik hingga kita ajukan gugatan di pengadilan Bale Bandung.

Sementara itu, kata Antoni, sebelumnya sudah ada pemeriksaan setempat oleh majelis hakim bersama pihak penggugat dan tergugat kuasa ,ternyata benar dilapangan itu objek yang seharusnya sudah dibangun dan diserah terimakan dibulan febuari 2021 tetapi dari hasil pengecekan pemeriksaan setempat itu kosong melongpong tidak ada sama sekali pengerjaan .

” Kekawatiran kami selaku pengugat terbukti yang mana penyerahan seharusnya diterima dibulan febuari ternyata buktinya tidak ada sama sekali pengerjaan dilapangan bahkan bekas cangkulpun tidak ada sama sekali,”tukasnya.

BACA JUGA: Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang Ingatkan Perusahaan Yang Akan Merekrut Para Pekerja

Lebih jauh, Antoni menerangkan adanya alesan dari pihak pemgembang terkait pengerjaan dilapangan dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, tetapi pengembang juga meminta kepada konsumen agar terus melakukan pembayaran.

” Kalaupun emang Covid-19 seharusnya adalah pengerjaan dilpangan seperti pondasi atau lainya tetapi buktinya ini tidak ada sama sekali dan mereka selalu mencari alesan, ini baru 1 konsumen dan kita tidak menilai buruk tetapi namanya pengembang mungkin kalau di Jakarta ini sudah modus dengan menghimpun dana masyarat begitu dapat dananya mereka tidak memikirkan fisik dilapangan, “paparnya.

BACA JUGA: Polemik Pembongkaran 196 Makam di TPU Cikadut, LPB Sebut Pemkot Bandung Mafia Covid-19

Terakhir, Sebenarnya pemesanan yang di pesan tidak besar hanya ukuran tipe 72 meter dengan luas bangunan 66 meter dengan nilai transaksi senilai 1 milyar lebih dan pembayaran yang dilakukan sudah sampai pembayaran yang ke 32 dengan perbulannya sebesar 13 juta.

” intinya gugatan yang kita lakukan hanya menuntut agar pihak pengembang mengembalikan uang sesuai jumlah yang sudah dikeluarkan klien kami, “tutupnya.

Deni Supriatna

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: