BeritaDaerah

Fraksi PDI-P di DPRD Indramayu Meminta Pemerintah Indramayu Untuk Segera Bangun SMP 2 Indramayu Yang Terbakar!!!.

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Sudah 15 (Lima belas ) bulan atau 1,3 tahun,atau tepatnya hari Rabu (25/03/20) sejak terjadi kebakaran yang telah memusnahkan ruang guru, ruang Tata Usaha, ruang kepala sekolah, ruang tamu dan piket, ruang BKdaan 1 ruang KomputerFra yang sampai saat ini berita dibuat belum nampak pembangunan kembali.

Padahal kalau di lihat kejadiannnya hal ini karena bemcana yang tidak bisa di duga, maka sudah semestinya pemerintah daerah Indramayu segera melakukan pembangunan dengan dana tanggap bencana atau dana khusus bencana, bukan hanya dilihat, ditinjau dan dirapihkan saja puing puing yang berserakannya.

Namun hal itu mendapat tanggapan serius dari ketua Fraksi PDI-P DPRD Indramayu H.Abdul Rohman SE MM saat ditemui disela sidang Paripurna DPRD Indramayu mengatakan,”Fraksi PDI-P DPRD Indramayu agar pemerintah daerah segera membangun ruang ruang kelas yang terbakar di SMP N 2 Indramayu biar nanti tidak mengganggu proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru, apabila diadakan tatatap muka, dan apabila tidak ada dana dalam tahun anggaran sekarang(2021) maka akan dimasukkan pada tahun anggaran mendatang (2022), dan nanti melalui komisi 2 yang didalamnya ada Anggi Novian akan memanggil Plt.Kepala Dinas Pendidikan Indranayu mengapa bisa terjadi seperti ini?, Yang jelas Fraksi PDI-P di DPRD Indramayu sangat konsen pada keadaan yang menimpa SMPN 2 Indranayu ini,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan guru SMP N 2 Indramayu muti’ah mengatakan,” sangat prihatin dengan keadaan seperti ini, dan berharap pemerintah Indramayu dibawah bupati Nina Agustina SH.MH. RCA agar memiliki rasa keperdulian dengan nasib sekolah ini, dengan cara melakukan pembangunan kembali bangunan yang terbakar. Jangan sampai nanti ada anggapan dari para wali murid yang baru enggan menyekolahkan anaknya disini karena takut di minta uang pembangunan gedung sekolah atau anggapan yang lainnya yang beredar luas di masyarakat, sehingga akan berpengaruh pada minat siswa yang mau belajar di sekolah ini. sungguh sangat ironis sekali,”paparnya.

Saat ditemui salah seorang murid Arif dan Ratna yang baru duduk di kelas 7 dan 8 mengatakan,” mereka dan teman teman yang belajar di SMP N 2 Indramayu berharap agar bupati Nina Agustina agar secepatnya membangun kelas kelas yang terbakar agar proses belajar mengajar tempat para murid ini menuntut ilmu tidak terganggu apalagi sesuai pengumuman dari sekolah mudah mudahan akan di buka proses belajar tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan , dan agar para murid juga tidak malu selalu diejek oleh teman teman sepermainan yang sekolah ditempat lain, bahwa sekolahnya kaya kandang kambing pada bagian depannya,” ujar Arif dan Ratna malu malu.

Memang sangat penting untuk menaikkan angka IPM bagi suatu daerah, tetapi IPM itu bisa naik kalau sarana dan prasana pendukung juga baik dan layak.Pendidikan yang merupakan salah satu baroneter pengukuran IPM, tetapi pemerintah juga harus memperhatikan keadaan ruang belajar, buku dan jumlah rasio guru yang ada di dalam satu sekolah tersebut jangan mengatakan atau meng intruksikan sekolah gratis kalau aspek penunjang pendidikannya tidak dipenuhi. Sudah saatnya pemerintah Indramayu hadir ditengah tengah masyarakat sesuai dengan tujuannya yaitu ” perubahan serta visi misinya Indramayu” B E R M A R T A B A T”.

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu.
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: