BeritaDaerah

Nasib Nakes (Tenaga Kesehan) yang “Magang di Puskesmas” Yang Luput dari Perhatian Pemerintah Daerah Indramayu.

Indramayu.Jarrakposjabar.com.Seiring melonjaknya angka penderita suspek Covid-19 yang makin meraja rela, serta semakin berkurangnya bed atau kamar rawat inap bagi vasien penderita Covid-19 yang berbanding terbalik dengan jumlah masyarakat yang terserang virus covid ini.

Peran nakes (tenaga kesahatan) yang terlibat sebagai ujung tombak dalam usaha memerangi virus covid tidak bisa di pandang sebelah mata, mulai dari tenaga penyuluhan kesehan, tenaga medis dan tenaga non medis satu sama lain saling bahu membahu dalam rangka melindungi masyarakat dari penyakit yang mendapat peringkat yang tinggi dan beresiko kematian ini.

Tenaga kesehatan tidak pernah memperdulikan bahaya yang mengancam keselamatan jiwa mereka demi masyarakat, tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah.

Sangat beruntung bagi Nakes (tenaga kesehatan) yang berstatus ASN atau pun honorer daerah yang mendapatkan upah yang layak tetapi bagai mana mereka (Nakes) yang mengabdi di Puskesmas seluruh Indramayu yang jumlahnya sangat banyak yang hanya mendapat upah dari kepala Puskesmas di angka Rp.300.000, – Rp.600.000,- saja

Menurut Intan (bukan nama sebenarnya) mengatakan,” dirinya telah 6 tahun mengabdi di Puskesmas ini mulai dari setelah lulus kuliah di STKES sampai sekarang sudah menikah dan punya anak terus mengabdi di Puskesmas ini, walaupun bayaran yang di dapat jauh dari cukup hanya sekitar Rp.300.000,/ bulan itu pun kebijakan dari kepala Puskesmas setempat bukan di anggarkan dari Dinas Kesehatan atau tunjangan daerah Indramayu, ya saya syukuri aja pa, kalau kata layak ya tahu sendiri gimana? ,” Tuturnya

Salah satu Kepala Puskesmas di Indramayu John (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa,” dirinya sangat terbantu dengan adanya tenaga magang yang berjumlah 10 orang ini, apalagi mereka memiliki skill yang mumpuni, ada yang biasa menyuntik vaksin, ada yang biasa pemeriksaan swebb selain itu mereka memiliki ke ahlian di bidang IT yang cukup handal dan bekerja dengan tidak mengenal lelah (Etos kerja yang tinggi )sehingga bila di minta laporan mendadak Puskesmas ini tidak kebingungan, namun John merasa sedih, miris dan iba dengan keadaan seperti sekarang dimana beberapa tenaga magang ada yang terpapar covid-19 dan di perlukan perawatan serius, tapi mereka tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dan kita tidak ada kerja sama khusus dengan rumah sakit daerah Indramayu yang memberikan prioritas pada tenaga Nakes untuk menjalani perawatan apalagi tenaga magang. John hanya mampu memberikan obat obatan dan sekedar makanan (biscuit, atau kue) saja padahal jasa mereka itu besar sebagai garda digaris depan dalam memerangi covid -19,” tegasnya.

Salah seorang staf Dinas Kesehatan Indramayu yang tak mau disebutkan namanya mengatakan,” bahwa semua itu terjadi karena keterbatasan anggaran yang ada dan tidak adanya aturan yang jelas tentang rekutment tenaga magang,” ujarnya.

Lain halnya dengan pendapat anggota DPRD Indramayu Rohman SE mengatakan,” pemerintah daerah Indramayu dan DPRD sudah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penanganan pandemi Covid-19 ini, jadi engga ada alasan masyarakat tidak bisa di layani, karena kami meminta pemerintah Indramayu untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai untuk masyarakat, karena kesehatan dan perlindungan masyarakat itu yang utama,” tegas Rohman.

Dengan kondisi yang belum membaik ini seharusnya pemerintah daerah Indramayu memberikan perlindungan dan jaminan kepada tenaga Nakes baik yang honor maupun yang magang karena mereka juga manusia yang berjuang, bekerja untuk melindungi manusia maka perlakukan lah Nakes yang honor dan magang ini “Selayaknya Manusia” bukankah tugas manusia ini harus berguna bagi manusia kainnya? Maka sudah selayaknya pemerintah Indramayu memperhatikan nasib mereka yang bertarung nyawa, mengapa di Kabupaten lain bisa, Indramayu Tidak??????!.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: