BeritaCovid - 19Kab bandung

2 Desa Di Cikancung Masuk Zona Merah, Gebyar Vaksinasi Massal Dilaksanakan Di Gor PGRI Cikancung.

KAB.BANDUNG. JARRAKPOSJABAR.COM. Kegiatan pelaksanaan vaksinasi masal untuk menyambut hari ulang tahun Bayangkara ke-75 jajaran Polsek Cikancung bekerja sama dengan intansi pemerintah Desa melaksanakan gebyar vaksin dengan kuoata 200 orang di wilayah Cikancung bertempat di Gor PGRI Cikancung. Sabtu (26/6/21) Kabupaten Bandung. 

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cikancung, Akp Iwan Cahyadi mengatakan ada sembilan Desa hanya menargetkan perdesanya sekitar 50 orang berarti total ada 450 orang. Namun demikian antusiasme masyarakat sangat melebihi dari kuota dan tetap ditampung pelebihan pendaftaran jumlah tersebut.


BACA JUGA: CEGAH VIRUS VARIAN BARU. Menag Keluarkan Edaran Penyelenggaraan Salat Idul Adha Dan Kurban 1442 H.

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tetap Memberlakukan PPKM Mikro Sebagai Kebijakan Paling Tepat Menekan Laju covid-19.

“Kita hanya bisa menampung 200 orang dan sisanya akan di tergetkan untuk vaksinasi berikutnya,” ujar Iwan.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi saat ini dikarenakan komunitas pabrik dibawah kendali Apdesi dan Kades masing masing.

Photo/Deni Supriatna

“Kegiatan vaksinasi ini sudah keliatan adanya sinergitas yang baik antara TNI-POLRI dan aparat Desa setempat dalam hubungan silaturahmi kerjasama sehingga vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar tanpa kendala karena Polri milik masyarakat,”sambungnya.

BACA JUGA: Covid-19 Mengganas. Ridwan Kamil Umumkan Kota Bandung Dan Kabupaten Bandung Masuk Zona Merah.

Iwan juga menyampaikan penyuntikan vaksin kali ini ditarget untuk lansia diatas 50 tahun dan dibawah 50 tahun agar dengan vaksinasi ini akan menunjukan bahwa cikancung ini kuat dan masyarakatnya bisa sehat.

” Saat ini sudah ada 150 orang yang sudah di vaksinansi dengan memerlukan waktu hanya 2 jam dan sisa 50 dari 200 orang yang melakukan vaksinasi,” paparnya.

Disinggung terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, iwan menjelaskan sudah melakukan pengetatan ditingkat RT dan RW sehingga himbauan terkait prokes 3M dan 5M tetap dilakukan secara efektif.

BACA JUGA: GAWAT. Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Ridwan Kamil Akan Terapkan WFH 75 Persen.

” Saya tidak melarang terkait kegiatan agama dan pera pedagang di wilayah cikancung hal itu agar ekonomi terus berjalan saja yang penting menerapkan protkes,” ungkapnya.

Menurutnya, adapun terkait sanksi pelanggaran protkes akan dilakukan secara persuasif dimana pelanggatan jika dilakukan   sekali sampai dua kali bagi yang tidak memakai masker.

” Bagi pelanggaran yang tidak memakai masker kita akan bagikan masker karena saat ini bukan lagi inisiatif dari pemerintah justru masyarakat harus punya kesadaran diri dan pembelajaran dewasa dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, tetapi jika pelanggaran tersebut keterlaluan dan berkerumun melanggar protkes jelas akan dapat sanksi fisik yang mendidik, “tegasnya.

BACA JUGA: Komisi II DPRD Jawa Barat Terima Audiensi BPSK

Selain itu, Kata Iwan. Gebyar Sejuta Vaksin sehari yang sebelumnya akan dilaksanakan di Stadion Sijalak Harupat Kabupaten Bandung, sesuai perintah pimpinan gebyar vaksin akhirnya dilaksanakan di tiap-tiap Puskesmas perwilayah.

” Hal itu justru memudahkan dan akan lebih efektif dalam pelaksanaan vaksinasi massal dan akan terkoordinir dengan baik dan memberikan pembelajaran terhadap masyarajakat jangan takut dengan adanya vaksin justru dengan adanya vaksinasi ini merupakan obat untuk kesehatan masyarakat, “tukasnya.

BACA JUGA: Komisi II Harapkan Seluruh Fasilitas Milik Pemprov Jabar Terapkan Sistem BLUD

Iwan juga berharap masyarakat harus lebih paham dan mengikuti himbauan pemerintah dikarenakan banyak sekali informasi dimedsos dan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menyampaikan isu vaksinasi ini adalah hoax.

” Masyarakat jangan mudah percaya dengan Hoax terkait vaksin yang bercampur dengan minyak babi dan hal itu yang harus dihindari,” pintanya.

Diketahui, saat ini wilayah cikancung ada 2 desa yang masuk zona merah yakni Desa Hegarmanah dan Desa Cikasungka.

Kepala Desa Cikasungka Yusuf Sugiono menyampaikan saat ini Isola mandiri di Desa Cikasungka dilakukan di tiap rumah masing masing karena warga merasa takut jika isolasi di bangungan kosong dibelakang Desa.

BACA JUGA: Polemik Pembongkaran 196 Makam di TPU Cikadut, LPB Sebut Pemkot Bandung Mafia Covid-19

” kita ada bangunan kosong dibelakang Desa tetapi banyak yang menolak akhirnya semua isolasi dilakukan di rumah masing masing dan kebutuhan makan dijamin pemerintah desa, timpal Yusuf.

Deni Supriatna

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: